Minggu, 20 Desember 2020

Belajar Kepatuhan

 


Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Kamus versi online/daring (dalam jaringan) menjelaskan tentang kata patuh:      

patuh/pa·tuh/  suka menurut (perintah dan sebagainya); taat (pada perintah, aturan, dan sebagainya); berdisiplin

Kepatuhan suatu keadaan kala seseorang dengan iklas dan sukarela menuruti perintah, aturan, nasihat untuk melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan.

Kondisi seperti ini pada beberapa orang tak langsung dengan serta merta terjadi pastinya. Ada proses untuk menjadi patuh. Ada pembelajaran untuk menuju pada kepatuhan.

Pada kenyataan hidup kita, khususnya tahun 2020, kita langsung diminta untuk mempraktikan kepatuhan itu. Kita langsung diminta mengaplikasikannya dalam hidup kita. Mempraktikkan patuh melakukan protokol kesehatan di rumah dan di tempat umum. Patuh juga untuk tidak memberi provokasi dalam situasi yang tak mudah ini. Patuh untuk dengan hikmat memilih kata saat bermedia. Patuh juga dengan mempedulikan orang lain dengan bersedia mengikiti aturan yang berlaku secara umum, misalnya mengenakan masker.

Apakah itu mudah? Woow, sudah tentu tidak. Rupanya untuk menjadi patuh dalam situasi seperti ini sangat perlu tantangan. Tantangan terutama adalah dari diri sendiri.

Maunya ini liburan Natal ini kita geblas pergi ke mana pun kita suka. Mengunjungi berbagai tempat nan elok. Menyambangi tempat-tempat umum yang sungguh akan membuat hati menjadi gembira. Menikmati kuliner yang lezat. Maunya kita liburan. Benar-benar liburan. Keluar dari kebiasaan yang selama ini rutin dilakukan. Kebiasaan WFH, WFO, datang ke tempat tertentu dengan protokol ketat: ukur suhu tubuh, cuci tangan, semprot cairan antikuman, masuk pakai tedeng muka, memakai masker sepanjang hari yang bikin engap, tidak boleh ngobrol bareng teman, padahal ngobrol/ngerumpi/gibah itu sangat dicari. Pokoknya SEMUA yang dulu boleh-boleh saja dan tak masalah, SEKARANG bisA mendatangkan PETAKA.

Nah, situasi macam begini banyak membuat orang merasakan sumpek, sempit pikiran, dan membuat stress. Wajar ketika kantor memberikan waktunya liburan, perasaan untuk sejenak keluar dari situasi tersebut muncul. Rasanya ingin geblas pergi, cabut!

Hal yang sama juga terjadi pada kami sekeluarga. Sudah membuat rencana merayakan Natal di kampung halaman, berkumpul keluarga besar, mengunjungi sana-sini. Namun, situasi makin memerah. Kembali kita melihat kenyataan bahwa tidaklah bijak jika kita memutuskan untuk melakukan perjalanan tersebut. Akan ada banyak risiko yang akan terjadi dan pastinya bukan main game yang bisa kita berhenti begitu saja. Ini real game. Game dalam kehidupan nyata.

Maka di sinilah letaknya kepatuhan. Kepatuhan yang didasarkan pada kenyataan yang dihadapi. Kita tidak bisa egois dengan mempertaruhkan kesehatan diri,  juga orang lain yang kita jumpai. Patuh untuk menerima: baik saya tidak ke mana-mana. Saya di rumah saja. Beraktivitas menyiapkan ini itu, membereskan macam-macam, menyiangi, memupuk, mendangir, menyapu, mencuci, membongkar, membuat ini dan itu dll.

Dalam situasi penuh tantangan dan bahkan krisis serta kondisi darurat, kita dapat belajar dari Alkitab untuk meneladani Nuh dalam hal kepatuhan. Kisah tentang Nuh dan air bah sudah sangat populer. Dia dan keluarganya, karena kepatuhannya, bisa terhindar dari bencana air bah atau banjir bandang yang besar dan lama.

Pertanyaannya, bagaimana agar kita bisa patuh dan dapat mengalami keselamatan serta damai sejahtera hidup? Lalu apa manfaat konkret bila kita patuh? Mari simak jawabannya.

Kejadian 6: 22: Lalu Nuh, melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukanya.

Kejadian 7: 5: Lau Nuh melakukan segala yang diperintahkan Tuhan kepadanya.

Mengacu kembali kepada arti patuh atau taat yang disinggung sebelumnya, bahwa patuh atau taat adalah melakukan apa yang  diperintahkan otoritas. Ada 2 otoritas yang patut kita patuhi yitu: figur dan hukum. Pemilik otoritas sebagai figur adalah  Tuhan adalah Sang  Pemilik Kehidupan, figur kedua adalah atasan dalam hirarki organisasa (bisa dalam skala negara bisa dalam skala lembaga), figur ketiga adalah orang yang ahli dalam bidangnya.

Sementara terkait dengan dengan hukum yang harus kita patuhi adalah pertama hukum Tuhan yaitu mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Dengan mematuhi 2 hukum ini janji akan damai sejahtera, janji akan keteraturan, janji akan kebahagiaan dalam hidup kita, bisa kita raih. Hukum yang kedua adalah hokum alam. Bila kita bertindak semena-mena terhadap alam sehingga rusak, maka alam akan membalas dengan hal yang destruktif yang bisa menghancurkan. Hukum yang ketiga adalah hukum lembaga di mana kita tinggal dan bekerja.

Beberapa cara  kita harus patuh akan otoritas di atas.  Yang pertama karena kita dipaksa  atau diwajibkan untuk patuh. Dipaksa patuh bukan sesuatu yang negatif dalam konteks ini. Misalnya saat pandemic kita diwajibkan/dipaksa mengikuti berbagai peraturan agar kita selamat. Alasan yang lain kita patuh kepada otoritas karean kita dipengaruhi oleh komunitas yang patuh terhadap aturan tertentu. Dipengaruhi bisa menjadikan kita positif untuk mengikuti otoritas. Yang ketiga manusia akan patuh pada otoritas, bila ia memiliki kesadarannya sendiri. Ini merupakan kepatuhan yang paling tinggi. Kesaadarn diri membutuhkan pengalaman, pendidikan, dan pengetahuan.

Kepatuhan itu tentunya membawa manfaat dalam hidup kita, yaitu pertama hidup kita akan menjadi lebih bermakna bagi diri sendiri yang membawa keselamatan dari situasi yang buruk, kedua hidup kita akan bermakna bagi sesama. Kita di dalamnya ikut membangun komunitas yang patuh sehingga membawa keselamatan juga pada orang lain. Serta yang ketiga adalah hidup kita lebih bermakna bagi semesta. Kita dapat berkontribusi bagi kelstarian lingkungan, berkontribusi untuk memelihara lingkungan, dan juga berkontribusi untuk mencegah kerusakan.

Begitulah kepatuhan yang bisa kita lakukan dengan penuh kesadaran. Kepatuhan yang dilandasi oleh iman, harapan, dan trelebih besar lagi karena kasih. Dalam kepatuhan kita mempunyai harapan bahwa semua akan menjadi semakin baik, dengan penuh iman kita meyakini janji Allah sedang digenapi, serta dengan sepenuh kasih kita menwujudkan kepatuhan kita sebagai bukti kasih kita akan diri kita, orang yang kita kasihi, sesama, bangsa, negara, tanah air, dan terlebih lagi adalah Tuhan.

Selamat Natal 2020. Tetap kita di dalam kepatuhan yang membawa keselamatan.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=GMiTS1gbcpk, Kamus Besar Bahasa Indonesia,

 

 (Ch. Enung Martina)

 

 

 

 

 

Jumat, 11 Desember 2020

DOA MALAIKAT AGUNG SANTO MIKAEL

 



DOA SANTO MIKAEL

Santo Mikael, bantulah dan lindungilah kami dalam perang melawan kejahatan dan tipu daya setan.

Kami mohon dengan rendah hati kiranya Allah menghukumnya.

Dan engkau panglima bala tentara surga, dengan kekuatan Ilahi, usirlah kembali ke dalam neraka, setan dan roh jahat lainnya yang berkeliaran di atas bumi yang hendak membinasakan segala jiwa. Amin.

 

Santo Mikael, doakanlah kami.

(1x Bapa kami, 1x Salam Maria, 1x Kemuliaan.)

 


St. Mikael dikenal sebagai malaikat keadilan, dan kitab Taurat mengenal malaikat ini sebagai penghancur Sodom dan Gommorah dan sebagai malaikat yang membantu penguburan Nabi Musa. Ia adalah malaikat perang melawan iblis dan pengikutnya. Ada yang mengatakan jika ia adalah salah satu dari Kerub yang menjaga pohon kehidupan. Ia dapat dimohon untuk: bertarung melawan iblis, menyelamatkan jiwa-jiwa dari neraka pada saat sakratul maut.

Michael disebut sebagai Penjaga Sakramen Mahakudus Ekaristi. Ia adalah pemimpin balatentara surga, sebagai seorang prajurit ia tidak hanya melindungi jiwa-jiwa tetapi juga melindungi kita dari musuh dan melindungi Tuhan Kita, dalam sakramen suci. Ia memiliki kuasa untuk menghukum siapapun yang berdosa melawan sakramen ini.

https://student-activity.binus.ac.id/kmk/2018/06/tujuh-malaikat-agung/#:~:

Kamis, 03 Desember 2020

DOA PERISAI ST. PATRICK

 



Doa Perisai Santo Patrick

(diambil dari buku “St. Patrick: His Confession and Other Works” karangan Romo Neil O’Donoghue)

Aku bangkit hari ini

Melalui kekuatan perkasa, yaitu seruan kepada Trinitas,

Melalui iman akan Tritunggal,

akan Pencipta atas ciptaan.

Aku bangkit hari ini

Melalui kekuatan kelahiran Kristus dengan baptisan-Nya,

Melalui kekuatan penyaliban-Nya dengan penguburan-Nya,

Melalui kekuatan kebangkitan-Nya dengan kenaikan-Nya,

Melalui kekuatan kedatangan-Nya yang kedua untuk penghakiman di akhir zaman.

Aku bangkit hari ini

Melalui kekuatan cinta para kerubim,

Dalam ketaatan para malaikat,

Dalam pelayanan para malaikat agung,

Dalam pengharapan akan kebangkitan dan ganjaran surgawi,

Dalam doa-doa para bapa bangsa,

Dalam nubuat para nabi,

Dalam pewartaan para rasul,

Dalam iman para saksi,

Dalam kemurnian para perawan suci,

Dalam karya orang-orang benar.

Aku bangkit hari ini

Melalui kekuatan surga,

Cahaya matahari,

Kecemerlangan bulan,

Kemeriahan api,

Kecepatan kilat,

Kelincahan angin,

Kedalaman lautan,

Ketegaran bumi,

Kekokohan batu karang.

Aku bangkit hari ini

Melalui kekuatan Allah untuk mengarahkan aku,

Keperkasaan Allah untuk menyokong aku,

Kebijaksanaan Allah untuk membimbing aku,

Mata Allah untuk mengawasiku,

Telinga Allah untuk mendengarku,

Perkataan Allah untuk berbicara bagiku,

Tangan Allah untuk menjagaku,

Perisai Allah untuk melindungiku,

Balatentara Allah untuk menyelamatkan aku,

Dari jerat setan,

Dari godaan jahat,

Dari semua orang yang mengharapkan kemalanganku,

di tempat yang jauh dan dekat,

seorang diri maupun dalam kelompok.

Hari ini aku memanggil

Seluruh kekuasan ini untuk menghadang kejahatan

Melawan segala kekuatan kejam dan bengis

yang mungkin melawan tubuh dan jiwaku,

Melawan jampi-jampi para nabi palsu,

Melawan hukum-hukum gelap paganisme,

Melawan ajaran-ajaran sesat,

Melawan tipu daya penyembah berhala,

Melawan mantra-mantra para penyihir,

Melawan segala pengetahuan yang merusak tubuh dan jiwa manusia.

Kristus akan melindungi aku hari ini

Terhadap racun, terhadap bakaran api,

Terhadap tenggelam, terhadap perlukaan,

Supaya boleh datang bagiku kelimpahan anugerah.

Kristus bersamaku,

Kristus di depanku,

Kristus di belakangku,

Kristus di dalam aku,

Kristus di bawahku,

Kristus di atasku,

Kristus di sisi kananku,

Kristus di sisi kiriku,

Kristus saat aku berbaring,

Kristus saat aku duduk,

Kristus saat aku berdiri,

Kristus dalam hati setiap orang yang memikirkan aku,

Kristus dalam mulut setiap orang yang berbicara tentang aku,

Kristus dalam setiap mata yang melihat aku,

Kristus dalam setiap telinga yang mendengar aku.

Aku bangkit hari ini

Melalui kekuatan perkasa, yaitu seruan kepada Trinitas,

Melalui iman akan Tritunggal,

akan Pencipta dari ciptaan.

(Amin)

https://luxveritatis7.wordpress.com/2014/04/26/santo-patrick-dan-perisainya

Selasa, 01 Desember 2020

Selasa, 24 November 2020

PUISI HARI GURU

 

ENERGI CINTA



Puisi ini pertama kali diperuntukkan hadiah tanda cinta pada sakramen Perkawinan  

Abyatar dan Gabriella (Kiranya energi Sang Cinta akan membawa kalian berdua pada hidup yang menghidupi)


Tanggal 25 November ini saya membacakan puisi ini dalam rangka Hari Guru 2020.

Puisi ini cocok untuk tema yang kami ambil.


ENERGI CINTA

Bebas menelusup ruang dan waktu

Keberadaannya seperti hampa

Tak terlihat, namun vital bermakna

 

Hikmat cinta menembus dimensi waktu

Rasa  nan purba dan kini tetap yang sama

Ia tetap dalam riak dan gelombangnya

 

Energinya berputar dari penjuru ke penjuru

Pada sudut-sudut hati ia berdiam

Melalui setiap relung dan ruang

Melintasi laut dan samudra


Berhembus pelan bersama angin

Datang membara antara gunung dan lembah

Tak satu pun bukit mampu menghadangnya

Atau cakrawala yang membentang menghalanginya


Ia kembali memutari hati insani

Ia menjelma sebagai Eros, Phillia, dan juga Agape

 

Ia bijaksana seperti Sang Hujan

Yang tak pernah memilih tatkala membasahi

Ia dinamis merambah waktu

Bergerak tanpa bisa dihentikan

Menelusup dan menjebol

Mengelus dan menghidupkan

Meniup dan mengayomi

Bertunas lantas mekar berpijar

Karena dia bersumber dari Sang Sumber

(Ch. Enung Martina)

Sabtu, 11 Juli 2020

CATATAN SEORANG GURU DI ERA NEW NORMAL

KADO DI AWAL TAHUN AJARAN BARU

Seperti yang kita alami bahwa para peserta didik yang berada di level terakhir sekolah pada tahun 2020, taka da yang melakukan wisuda atau acara perpisahan atau pelepasan layaknya dulu. Namun, beberapa sekolah tak kalah kreatif. Banyak sekolah yang mengadakan perpisahan, wisuda, dan pelepasan para peserta didik secara online.

Tanpa mengurangi esensi seremonial kegiatan wisuda, banyak sekolah  melaksanakan acara wisuda ini melalui daring  atau yang bisa disebut dengan wisuda virtual. Acara wisuda virtual menjadi acara terakhir para siswa di kelas akhir untuk bertemu teman dan guru sekolah, walaupun secara virtual, sebelum mereka membuka lembaran baru di jenjang pendidikan akademis yang lebih tinggi di masa depan.

Demikian pula di sekolah tempat saya mengajar (SMP St. Ursula BSD).  Pandemi Covid-19 ini tidak menjadi halangan kami dan anak didik kami untuk terus berkarya dalam dunia pendidikan dan teknologi. Situasi ini mengajarkan kita untuk terus maju dan bekerja keras demi meraih hasil yang terbaik.

Pelepasan virtual itu tentunya menimbulkan perasaan yang campur aduk. Walaupun memang mereka tetap akan lulus dari sekolah ataupun universitas, tapi tetap ada yang terasa kurang dari pelepasan virtual ini. Mulai dari tak merasakan kelas terakhir bersama anak-anak, hingga tak bisa melakukan perpisahan sambil meluk guru dan  teman-teman satu angkatan. Acara tangis-tangisannya sendiri di rumah masing-masing.

Tapi saya harap anak-anak  angkatan 2020 ini juga menyadari bahwa, kalian adalah angkatan yang luar biasa lho. Selalu ada untuk satu sama lain dan saling menguatkan saat berada di tengah-tengah situasi seperti ini. Saya harap, dengan banyaknya media yang menampilkan konten Class of 2020, kalian juga bisa lebih semangat.

Semua itu sudah berlalu dengan baik.  Kini mereka sudah menyiapkan diri untuk masuk ke kelas baru di jenjang sekolah yang berikutnya.

Ada hal yang mengharukan saya minggu terakhir menjelang masuk tahun pelajaran 2020-2021. Keterharuan saya adalah: pertama anak kelas XII yang dulu menjadi murid saya dari kelas VII sampai kelas IX yang akan pergi ke berbagai perguruan tinggi, tiba-tiba mengirim  pesan di  Line yang menyatakan keinginan untuk zoom meeting. Sebelumnya saya ada chat dengan beberapa anak kelas 9A tahun pelajaran 2017-2018.  Biasa seputar obrolan mau ke mana kuliah, kabar terkini, gebetan sekarang, keluarga, dan sekitar keseharian.  Akhirnya jadilah kami zoom meeting pada hari Jumat, 10 Juli 2020 pukul 19.04. kami mengobrol, bercanda, saling ledek, sampai akhirnya mereka melaporkan ke kelas bahwa akan kuliah ke mana dan di mana. Salah satu dari mereka, Regina Maureen memimpin agar teman-temannya melaporkan ke kelas urut absen. Mereka melakukannya dengan urut absen. Ada beberapa yang tak ikut meeting karena berbagai keperluan lain. Tapi 85% anggota kelas 9A hadir. Saya terharu melihat mereka tumbuh. Dulu tubuh mereka masih remaja tanggung. Sekarang sudah tumbuh jadi anak remaja akhir. Dengan tubuh mereka yang tak kecil lagi, tetapi saya masih melihatmereka sebagai  anak-anak remaja SMP yang dulu saya ajar dan saya marahi kalau mereka bandel.

Kejadian yang kedua  terjadi hari Sabtu, 11 Juli 2020. Saya menyapa kelas 9D angkatan 2019-2020 di grup Line mereka. Saya memberikan motivasi untuk hari Senin, 13 Juli, sebagai hari pertama mereka sekolah di jenjang SMA.  Lantas mereka membalas: terima kasih Buuuu! Setelah itu mereka memberikan link googledrive untuk saya buka.  Begitu saya buka ternyata isinya adalah rekaman lagu mereka untuk saya. Mereka menyanyi dan memvideokannya. Lalu digabung dan diedit. Saya terkesima melihat video itu. Mereka niat sekali melakukannya ya? Demi untuk saya?

Setelah itu dengan hati yang biru karena terharu, saya merenungkan semuanya. Perjalanan waktu yang berlalu dengan perlahan dan pasti. Namun, tiba-tiba sudah berlalu sekian tahun. Dari cinta dan perhatian  yang saya dapatkan dari mereka, saya merasa begitu bersyukur. Betapa hati saya penuh syukur karena mereka, yang Tuhan percayakan untuk bertemu dengan saya sebagai guru dan murid. Yang Tuhan berikan kepercayaan kepada saya agar saya jadi guru dan wali kelas mereka. Yang dalam proses bersama mereka tentunya tidak mulus-mulus saja. Yang dalam perjalanan bersama mereka juga hadir selain tawa juga air mata. Yang dalam pembelajaran bersama mereka juga hadir marah-marah dan teguran keras, selain kata-kata motivasi dan lemah lembut yang menenangkan.  

Betapa semua itu saya alami dan miliki sebagai sebuah kasih yang tak mungkin diambil oleh siapa pun, bahkan oleh Tuhan sekali pun. Bersama mereka kasih Sang Cinta itu nyata. Bersama mereka,  panggilan keguruan saya terpenuhi.

Saya jadi mengingat doa seorang Guru untuk murid-muridnya:

…. Aku telah menyatakan nama-Mu   kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku   dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu 3 . 17:7 Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. 17:8 Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku   telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu,  dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.   17:9 Aku berdoa untuk mereka.   Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku,   sebab mereka adalah milik-Mu 17:10 dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku,   dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. 17:11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia,   tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu.   Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu   sama seperti Kita.   17:12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa   selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa,   supaya genaplah  yang tertulis dalam Kitab Suci. (Yohanes 17:7-12)

Itu adalah catatan tentang doa Sang Guru utuk murid-Nya. Dia adalah Guru dari segala guru. Sementara saya hanya seorang guru biasa saja. Namun, Engkau boleh ijinkan saya untuk bisa merasakan kemulian dan kasih dalam murid-murid yang Engkau percayakan untuk saya. Siapakah saya ini sehingga saya mendapatkan begitu banyak kebahagiaan yang bersumber daripada-Mu.  Syukur untuk semua berkat dan cinta yang Engkau berikan ewat mereka, murid-murid saya.

(Christina Enung Martina, Jelupang, Masa New Normal)

 

 


Minggu, 24 Mei 2020

JEJAK LANGKAH 36



GEREJA KENAIKAN TUHAN

Kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus, peristiwa itu  disaksikan oleh murid-murid-Nya, Yesus Kristus terangkat naik ke langit dan kemudian hilang dari pandangan setelah tertutup awan, seperti yang dicatat dalam bagian Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.


Lokasi Kenaikan
Di luar kota Yerusalem, dekat Betania, di bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya "seperjalanan Sabat" jauhnya dari Yerusalem. "Seperjalanan Sabat" itu berjarak kira-kira 2000 langkah atau sekitar 1,5 km (1 mil).      Jelas kenaikan ini bukan di dalam kota Betania, yang terletak di sebelah timur Bukit Zaitun, kira-kira 3 kilometer (2 mil) di timur Yerusalem.

Bukit Zaitun dan Kapel Kenaikan


Situs Kenaikan secara tradisional adalah Bukit Zaitun ("Mount Olivet" atau "Mount of Olives"), terletak desa Betania. Sebelum perpindahan agama Kaisar Konstantinus pada tahun 312 M, orang Kristen mula-mula memperingati Kenaikan Kristus dalam suatu gua di bukit itu, dan memasuki tahun 384 Kenaikan diperingati di tempat sekarang, lebih ke atas bukit dari gua tersebut.

Kapel ini diyakini sebagai tempat dimana Yesus naik ke surga empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya. Didalam kapel ini terdapat sebuah batu dimana diyakini terdapat telapak kaki Tuhan Yesus sebelum terangkat ke surga.

Menurut tradisi dari abad-abad awal kekeristenan, Yesus naik ke surga dari atas batu itu. Kapel Kenaikan ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Bangunan pertama dibangun di situs kapel ini dikenal sebagai Imbomon atau dalam bahasa Yunani adalah “Diatas Bukit” pada abad ke-3.

Sekitar tahun 390 seorang perempuan Romawi kaya bernama Poimenia mendanai pembangunan gedung gereja yang disebut "Eleona Basilica" (elaion dalam bahasa Yunani berarti "kebun zaitun", dari elaia "pohon zaitun," dan sering disebutkan kemiripannya dengan kata eleos yang berarti "rahmat, anugerah"). Gereja ini dihancurkan oleh tentara Persia Sasaniyah pada tahun 614. Kemudian dibangun kembali, dihancurkan, dan dibangun lagi oleh tentara Perang Salib. Gereja terakhir ini dihancurkan oleh kaum Muslim, menyisakan hanya suatu bangunan bersegi-delapan berukuran 12x12 meter (disebut sebuah martyrium—"memorial"—atau "Edicule") yang masih ada sampai sekarang. Situs ini akhirnya dikuasai oleh dua emisari Saladin pada tahun 1198 dan tetap menjadi milik Wakaf Islam Yerusalem sejak saat itu.

Kapel yang ada sekarang dibangun di masa Perang Salib, di tempat gereja yang sebelumnya dibangun di tahun 614 oleh orang Persia. Tempat suci itu dikunjungi juga oleh orang Islam, yang percaya akan Kenaikan Yesus ke surga, namun menyangkal kematian-Nya di salib dan menolak kebangkitan-Nya.


Kapel Kenaikan (Chapel of the Ascension) sekarang merupakan tempat suci bagi orang Kristen dan Muslim, yang diyakini menandai tempat di mana Yesus terangkat naik ke sorga; dalam gereja/masjid bulat ini terdapat sebuah batu dengan bekas tapak kaki Yesus. Gereja Ortodoks Rusia juga memiliki sebuah Konven Kenaikan (Convent of Ascension) di puncak Bukit Zaitun.

Kapel Kenaikan Yesus ini salah satu dari empat tempat suci yang penggunaannya masih dalam status quo, ada kesepakatan khusus dari berbagai denominasi Kristen tentang cara penggunaan gereja-gereja itu. Tiga lainnya adalah Basilika Kelahiran di Betlehem, Basilika Kebangkitan di Kota Tua Yerusalem, dan Makam Santa Perawan Maria di Lembah Kidron, dekat Gesemani. Namun, Kapel Kenaikan Yesus adalah satu-satunya berada di bawah yuridiksi Wagf, yakni otoritas Muslim dalam hal tempat-tempat suci.

Bersebelahan dengan bekas gereja Kenaikan Tuhan terdapat Gereja Ortodoks Yunani yang diberi nama Viri Galilaei atau orang orang Galilea. Tempat ini disebutkan sebagai tempat berdirinya 2 orang yang berpakaian putih yang bertanya kepada murid-murid Yesus yang dikenal dengan orang Galilea (Kis. 1:10–11). Tempat ini diyakini sebagai tempat Tuhan Yesus akan datang kembali.

Makna Peristiwa Kenaikan Yesus dalam Situasi Sekarang


Kenaikan Kristus mengingatkan kita pula akan peristiwa sentral dalam Injil: salib dan kubur yang kosong. Di dalam apa yang tampaknya menjadi titik terkelam, di mana Allah sepertinya tidak peduli terhadap kekerasan, penderitaan, dan kematian seluruh umat manusia, Allah merangkul kekerasan dan ketidakmanusiawian yang mengirim Kristus Yesus ke atas kayu salib dan membangkitkan Anak-Nya itu. Ia menyisakan salib dan kubur yang kosong sebagai perlambang kemenangan atas kekerasan dan kelaliman kosmis.

Dan Injil memberikan jawaban atas peristiwa kenaikan  ini. Injil menegaskan bahwa Allah peduli dan merangkul kemanusiaan yang bobrok dan, sebagai hasilnya, kita dipanggil untuk merangkul Tuhan dalam kesunyian (terutama pada masa Covid 19) dan ketidakhadiran-Nya yang tampak. Melalui peristiwa Kenaikan Tuhan, kita diajarkan untuk membawa kita (Gereja)  melihat titik perjuangan, perjuangan dengan iman, perjuangan dengan kemanusiaan kita, dan perjuangan melawan dosa yang menjerat dunia.

Gereja yang hidup dalam perjuangan dengan terang pengharapan atas kenaikan Kristus, akan merangkul beban hidup manusia dan membawanya dengan penuh iman, pengharapan, dan kasih. Peristiwa kenaikan Kristus mengakui dan menegaskan bahwa kehadiran Kristus dalam kemuliaan di sebelah kanan Allah belumlah lengkap karena Gereja sebagai tubuh-Nya masih berada di dunia. Pada saat yang sama, kita juga mengakui dan menegaskan kehadiran Kristus pada masa “in between” di dunia melalui kuasa, janji, dan kehadiran Roh Kudus. Dalam hal ini, karya Roh Kudus adalah memelihara dan memperkuat hubungan kita dengan Kristus, menghubungkan dengan Gereja di berbagai tempat, serta Roh Kristus menghubungkan kita dengan umat Allah di segala zaman dan di segala penjuru. Akibatnya, persatuan dan persekutuan kosmis ini membawa Gereja untuk hidup di dalam dan dengan harapan atas sejarah dan kehidupan Yesus Kristus yang berkelanjutan melalui Roh-Nya.

Kesimpulannya dalam kenaikan-Nya adalah “persatuan dalam perbedaan” melalui tindakan-Nya. Lebih lanjut, kita dapat melihat tiga karunia Ilahi melalui setiap aspek di atas: melalui rekonsiliasi, pembenaran sebagai hasil putusan Ilahi mengaruniakan iman, pengudusan sebagai arah dan pedoman Ilahi mengaruniakan kasih, dan panggilan sebagai janji Ilahi mengaruniakan harapan kepada setiap orang percaya.

(Sumber: hollyland.hosting.itmaranatha.org › 2017/07/18,

 (Ch. Enung Martina: Teriring ucapan terima kasih tak terhingga kepada : Sr. Francesco Maryanti,OSU yang menjadi jalan semua ini teralami, Romo Hendra Suteja, SJ pembimbing rohani yang kepada beliau kebijaksanaan diberikan Tuhan, kepada Romo Sugeng yang mempunyai talenta untuk menghibur, kepada Mas Edi dan Mas Engki yang tak lelah melayani,  kepada seluruh tour guide, crew di bis, dan seluruh peserta ziarah dari Keluarga besar Santa Ursula BSD.)

Sabtu, 25 April 2020

UCAPAN TERIMA KASIH MURID ANGKATAN 2020 UNTUK GURU


PESAN UNTUK GURU SMP SANTA URSULA BSD
DARI IX-D ANGKATAN 25 (2019-2020)

           


      Seperti yang semua ketahui bahwa peserta didik kelas terakhir di suatu jenjang seperti kelas IX SMP, mereka hanya sebentar mengenyam berproses dalam pembelajaran. masa-masa terakhir mereka akhirnya tergantikan dengan belajar mandiri di rumah. 
          
          Panitia perpisahan yang sudah terbentuk dan merancang program kegiatan untuk acara pun tak jadi berjalan. Pastinya ada perasaan kecewa dan sedih di hati mereka. Meraka akan pergi ke jenjang SMA, tetapi tak ada acara perpisahan sebagai bentuk pelepasan dari sekolah menuju jenjang berikutnya. 

        Ucapan terima aksih yang mau mereka sampaikan saat acara perpisahan untuk para guru pun urung disampaikan dalam acara tersebut. Namun, tak kehilangan akal, mereka pun mengekspresikannya dalam berbagai cara.

          Di bawah ini merupakan ucapan terima kasih serta pesan dan kesan mereka untuk par guru yang tak sempat mereka pluk dalam acara perpisahan. 

          PESAN UNTUK GURU

untuk pahlawan tanpa tanda jasa kami yang tercinta, kami tidak tahu apa yang bisa kami berikan untuk membalas jasa bapak ibu. terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Ibu/Bapak, tanpamu kami tidak bisa belajar apa-apa di sekolah. terima kasih untuk pengorbanan dan usaha yang begitu besar, mengecek pekerjaan kami dengan tulisan mirip ceker unta (eh unta gapunya ceker), begadang membuat soal ulangan kami, dan bahkan di masa karantina ini kalian masih bersikeras mengirim tugas-tugas dengan keterbatasan akses internet. terima kasih, guru kami. maafkan kami yang seringkali melukai hatimu:(. kami doakan semoga bapak ibu selalu sehat dan dalam perlindungan Tuhan. Tuhan Yesus memberkatiiii. -salam sayang dan rindu dari kami yang bersyukur menjadi muridmu:)

Pesan dan kesan yang akan saya sampaikan kepada guru adalah berterimakasih karena sudah menjadi guru dan mengajar dengan baik.

Guru: terima kasih bapak dan ibu guru yang telah mendampingi dan membimbing saya sehingga saya bisa sampai di jenjang ini. Maafkan saya jika saya suka telat mengumpulkan tugas atau kurang aktif dalam pembelajaran. Semoga bapak dan ibu guru terus semangat dalam mengajar murid murid selanjutnya dengan tekun dan sabar.

Untuk ibu wali kelas saya di 7C Ibu Dian:Ibu sangat luar biasa,Ibu dapat menjadi Ibu sekaligus mama bagi kelas 7C.Menjadi suatu kebanggan buat saya punya wali kelas seperti ibu.Makasih banyak atas segala bimbingan dan nasihat yang diberikan.
Untuk wali kelas saya Ibu Rina:Ibu juga sangat luar biasa,ibu sabar menghadapi kelas 8D yang kadang sangat ribut.Makasih bu atas bimbingannya dan saya minta maaf apabila selama di kelas 8D banyak kesalahan yang diperbuat saya dan kelas hingga mungkin ibu merasa kesal atau sedih.

Untuk wali kelas saya Ibu Enung:Ibu sangat menginspirasi saya dan dapat menjadi Wali kelas dan Ibu bagi saya.Ibu sangat baik dan sabar kepada kelas 9D.Jujur saya merasa bangga berada di kelas yang solid seperti ini,banyak hal yang dilalui bersama kelas dan pastinya Ibu Enung menjadi salah satu faktor semua ini bisa terjadi.Ibu dapat membangun suasana yang sangat baik dan pasti bisa menyelesaikan setiap permasalahan yang ada.Ibu bisa menyatukan kami yang dari awalnya kurang nyaman dengan kelas baru.Terima kasih banyak bu sudah memberika pengalaman yang sangat baik di akhir tahun saya di SMP.

Untuk semua guru pelajarn yang telah membimbing saya terima kasih banyak,karena Ibu/Bapak, saya bisa berada di tahap sekarang dan pastinya bisa memahami seluruh pelaharan dari tiap tingkat,terima kasih juga karena kalian semua bisa sabar dalam menghadapi saya yang seringkali bingung atau masih tidak memperhatikan.Terima kasih dan saya pastinya juga minta maaf jika ada kesalahan.

Terimakasih untuk guru-guru yang sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik, dan wali kelas yang sudah memperhatikan dan membimbing saya dan teman-teman.
Terimakasih atas bimbingan bapak/ibu guru yang telah membimbing dari kelas 7 sampai kelas 9. Bimbingan Anda sekalian berandil besar dalam perkembangan saya di sekolah ini. Semoga bapak/ibu guru dapat terus diberkati, sukses selalu dan tidak bosan-bosan mengajar para siswa. Saya juga yakin akan menjadi orang yang sukses dan tidak mempermalukan nama Urusulin.

Saya kangen Bu Astuti, kangen pak Aris dan Bu Martha, dan tentunya kangen Bu Enung, juga semua bu guru yang telah mengajar saya selama di jenjang SMP ini. Dulu ketika saya SD, guru-guru dari kelas 1 sampai 6 akan berderet dan kami sebagai murid dapat berterimakasih untuk seluruh jasa yang diberikannya. Saya sangat puas saat itu karena saya dapat berterimakasih, bersalaman, atau bahkan memeluknya sepuas hati. Namun, tahun ini tidak bisa. Semua murid, maupun guru terpencar satu sama lain. Maka dari itu, saya hanya dapat berterimakasih sebesar-besarnya atas segala jasa dan pengorbanan Ibu dan Bapak guru. Maafkan segala kesalahan saya, teman-teman, dan angkatan ini yang terkadang nakal dan tidak sopan. Saya bersalaman pun tak bisa, bagaimana berpelukan. Saya hanya bisa menyampaikan hormat saya dan peluk cium dari rumah.

-Pesan: Semoga guru-guru tetap menjadi guru yang baik hati, seru, dan asik. Semoga pengajarannya tetap menjadi seru dan murid-muridnya juga suka. Semoga guru-guru menjadi semakin sukses kedepannya dan tetap bisa menghadapi banyak rintangan.

-Kesan: Saya sangat senang bisa bersekolah di Santa Ursula BSD karena guru-gurunya sangat asik dan bisa diajak bercanda. Banyak juga momen-momen penting yang ada bersama guru dan itu tidak dapat dilupakan. Terima kasih kepada semua guru yang telah mengajar murid-muridnya dengan sabar dan semangat.

Kesan : Guru - guru mungkin adalah orang tersabar yang pernah saya kenal. Meskipun kelas saya sering berisik lalu setelah mereka menjelaskan masih ada yang bertanya karena sibuk sendiri, guru - guru dengan tak kenal lelah, dan kesabaran yang ekstra rela menjelaskan ulang dengan baik.

Pesan : Untuk guru-guru tersayang, terima kasih atas segala jasa dan baktimu. Tolong maafkan kesalahan - kesalahan saya dan saya harap kalian dapat melihat kami sukses, kemudian dengan bangga mengatakan "mereka adalah anak - anakku".

     Kesan : Saya sangat senang dapat belajar dengan guru-guru yang walau galak, tapi asyik bangettt, dan penuh kasih sayang. Terimakasih banyak bapak ibu guru, bapak/ibu sangat berarti dan sangat berperan dalam hidup saya bu, pak. 

Pesan : Untuk bapak ibu guru SMP Santa Ursula BSD, terimakasih banyak bu/pak atas jasa ibu dan bapak semua. Maaf ya bu pak kalau saya suka buat kesal, dan suka telat kpulin tugas. Maaf atas perbuatan sengaja atau tidak sengaja yang menyakiti hati bapak ibu guru. Tetap Semangat mengajar bapak ibu guru yang luar biasaaa ! Terimakasih telah membimbing kami semua.

  Untuk Bapak/Ibu guru, terima kasih untuk semua pelajarannya (bidang studi/kehidupan), terutama yang mengajar kelas saya. Walaupun sekarang kami tinggal di tengah pandemi dunia, bapak/ibu masih berkerja siang dan malam untuk membuat soal dan tugas untuk kami. Maafin kami jika kami ada salah. Tetap semangat!

          Guru= Terima kasih kepada bapak dan ibu guru karena sudah membimbing saya                  selama 3 tahun di SMP. Doakan kami agar sukses ya Pak, Bu.

        Buat semua guru yang udh ngajar saya dri kelas 7 , makasih ya bapak dan    ibu.Makasih Sudah dengan sabar mengajar saya . Maafkan saya bila saya susah diatur, punya salah. Dan Untuk semua wali kelas saya dari kelas 7C, 8B, dan 9D , makasih bapak dan ibu sudah menjadi papa dan mama saya di sekolah , maaf jika sya sering buat bapak dan ibu emosi , kerepotan , kesusahan, capek , dll . Terutama bu Enung makasih bu sudah menjadi ibu di sekolah saat di 9D, membimbing kelas 9D sehingga bisa menjadi kelas tersolid , terseru , dan terbaik ! Makasih sudah mengajarkan banyak hal ttg kehidupan , saya sangat inget ajaran ibu bahwa alam punya hukum sendiri. Bukan hanya bu Enung tapi semua wali kelas dan guru , saya berterima kasih atas ajaran nya dalam pelajaran maupun Hidup, sekali lagi terima kasih. Saya tidak akan melupakan ajaran bapak ibu , saya sayang bapak ibu semua !

Rabu, 22 April 2020

ARTI MIMPI TITIK NOL


TITIK NOL

Suatu Senja di Sabtu Vigili 2020

Malam Senin dari Minggu 19 April 2020 menuju ke 20 April, saya bermimpi yang menurut saya sangat bermakna bila dilihat dari kata yang muncul dan situasi yang sedang kita alami sekarang. Mimpinya adalah : Saya sedang berada di Rusia. Waktu itu saya berada di pusat kota yang ramai. Lalu saya menghindari kebisingan tersebut dengan  mencari tempat  yang agak sepi untuk cari arah ke mana saya harus pergi. Saya  mencari public transportation, kendaraan umum di sekitar situ. Saya akan bertanya kepada orang yang lewat  dalam bahasa Inggris.  Ada seorang pemuda usia sekitar 30 tahunan melintas di depan saya. Ketika saya bertanya harus ke mana arah saya mencari penginapan,  pemuda tersebut menjawab dalam bahasa Indonesia. Kemudian dia  menunjuk arah bis kota. Saya  masih bingung. Lantas saya bertanya untuk memastikan. Lewatlah ibu-ibu  berwajah Asia (China)  dengan 2 orang anak. Perempuan itu menjawab : you have to go to zero point!

Setelah itu saya terbangun. Duduk cukup lama untuk sedikit mengumpulkan informasi di otak saya tentang zero point. Yang teringat oleh saya adalah kilometer nol atau titik nol. Terus yang terbayang adalah markah jalan yang sering terlihat di pinggir jalan yang menunjukkan sudah berada di kilometer berapa kita berjalan. Yang terbayang malah Tol Cipularang dengan markah jalan kilometer 88. Mungkin itu yang tersimpan di otak saya karena di sana ada rest area 88 yang sering saya singgahi dalam perjalanan ke Bandung.

Karena kesibukan saya work from home (WFH) mimpi saya tidak terpikirkan meskipun terlintas juga. Bahkan, kala acara rutin saya yaitu  jalan pagi keliling blok perumahan saya, zero point itu menjadi permikiran saya. Nah, akhirnya tanggal 23 April saya mempunyai waktu yang agak luang untuk mengingatnya dan mencari informasi tentang hal ini serta menghubungkannya dengan situasi diri saya.

Lantas saya mulai mencari makna kata. Itu biasanya kalau saya menjelaskan makna mimpi yang menurut saya berarti. Saya mulai dengan kata titik  dan nol. Maka saya dapat menemukan seperti ini.

Kata titik1/ti·tik/ n noktah (pada huruf, tanda, tanda baca, dan sebagainya): setiap kalimat berita diakhiri dengan tanda --;
-- akhir tempat berakhirnya pertandingan (lari, balap mobil), pekerjaan, dan sebagainya;
-- api Fis pusat pertemuan sinar yang dibalikkan di kaca yang cekung atau yang sudah dipecah oleh lensa (suryakanta): matahari terletak pada salah satu -- api elips lintasan bumi; --
-- awal tempat dimulainya pertandingan (lari, balap mobil), pekerjaan, dan sebagainya: setelah ada aba-aba, kami meninggalkan -- awal;
-- balik titik di dalam suatu kurva hasil yang menjadi batas kenaikan hasil mulai berbalik menurun;
-- beku derajat suhu yang menunjukkan suatu barang cair membeku (menjadi padat);
-- didih batas derajat suhu yang menunjukkan suatu barang cair mulai mendidih: -- didih air ialah pada suhu 100o C;

Menurut KBBI, nol memiliki makna sebagai berikut:
  • bilangan yang dilambangkan dengan 0;
  • kelas persiapan sebelum memasuki tingkat pertama dalam urutan kelas;
  • tidak ada kenyataan, omong kosong; dan
  • tidak ada hasil.
Dari penjelasan makna kata secara leksikal (berdasarkan kamus) kita sudah boleh menerka kira-kira apa itu makna dari 2 kata tersebut. Namun, untuk mencari makna sebuah mimpi kita harus menghubungkan juga dengan berbagai hal yang mendukungnya seperti: perasaan si pemimpi saat bermimpi, visual warna yang dominan dalam mimpi, keadaan kehidupan sehari-hari si pemimpi, dan juga perasaan yang ditimbukan setelah bermimpi.

Berdasarkan hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam menguraikan makna mimpi maka saya melihat pergi ke titik nol bagi saya sebagai berikut.

Saya harus memulai langkah saya dari awal. Kembali kepada titik pertama untuk menuju titik akhir saya. Saya merasa tiiitik pertama dan titik terakhir hidup saya ada pada satu pusat. Pusat itu adalah diri saya. Saya harus kembali pada diri saya. Pada kedalaman diri saya. Pada kemurnian hidup saya. Pada tujuan awal dalam kehidupan saya dan tujuan akhir dari hidup saya. Saya sangat tahu bahwa hidup saya tidak hanya tiba-tiba ada begitu saja. Saya dipersiapkan dan dirancang untuk saya bisa ada pada keberadaan saya kini. Saya hadir sekarang dan di sini bukan begitu saja. Seringkali saya tidak menyadari itu semua. Saya melakoni hidup begitu saja mengalir tanpa kesadaran. Bekerja, bersosial, bermain, berrelasi, berbicara, bercinta, dan semua aktivitas lain berlalu begitu saja. Semua menjadi sebuah hal yang bisa, wajar, dan memang begitu biasanya terjadi.

Mimpi ini bertepatan dengan hadirnya covid 19 di bumi ini. Saya merasakan dampak dari covid 19 terhadap seluruh sendi kehidupan saya. Ada beberapa yang berubah. Ada beberapa yang hilang. Namun, ada beberapa hal baru yang saya temukan.

Maka saya memaknai mimpi saya dalam situasi ini saya harus melihat kembali dan memperbaharui kembali tujuan awal dan tujuan akhir hidup saya. Saya tidak usah terlalu cemas dengan hal-hal perhitungan yang tampak di mata manusia. Saya diminta untuk melihat berbagai hal dari kaca mata lain, bukan hanya dari apa yang dilihat mata lahir. Saya diajarkan untuk lebih iklas untuk mejalani hal dalam hidup saya. Saya diminta kembali untuk memurnikan segala sesuatu dengan tidak gegabah. Saya diminta untuk menghargai kehidupan dengan segala sendi, bidang, dan atributnya dengan jujur. saya diminta untuk lebih sabar dan sadar dalam menghadapi sesuatu. Saya diminta untuk tidak menyerah untuk apa yang diperjuangkan dan didoakan. Saya diminta untuk mempercayai kehidupan dengan segala berkatnya. Saya diminta untuk mempercayai Sang Alfa dan Omega, Sang Awal dan Sang Akhir dengan segenap raga, jiwa, dan ruh saya. Saya diminta untuk memperbaharui iman saya. Saya diminta untuk menghargai iman orang lain. Karena semua yang berada di Semesta ini bermula dari Sang Awal. Semua yang ada di Semesta ini akan kembali pada Sang Akhir. Semuanya, tanpa kecuali, mempunyai harga di depan Sang Awal dan Sang Akhir. Mengakui atau pun tidak semua itu tak bisa terbantahkan di hadapan Sang awal dan sang Akhir, maka akan jadi baru seluruh muka Bumi.

Titik nol bagi saya terasa sangat menguatkan dan memberi harapan. Saya merasa betapa semua yang terjadi di jagat raya ini tak perlu saya kuatirkan. Karena siapakah saya ini? Saya hanya titik debu dan noktah kecil yang tak berarti namun berharga di hadapan Sang awal dan sang Akhir.

Selamat melanjutkan aktivitas di rumah : WFH, belajar mandiri, membuat karya, menanam, merawat, melamun, main game, makan, tidur, apa pun itu. Tetap sehat dan bergembira. Tuhan memberkati semuanya!!!. (Ch. Enung Martina)