Selasa, 22 Mei 2018

AMBON MANISE 1

(doc. pribadi)

Perjalanan kali ini, Tuhan membawa saya ke satu kepualauan, yaitu Kepulauan Maluku., khususnya ke Kota Ambon.  Ambon adalah ibu kota Provinsi Maluku. Dahulu Ambon dikenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah terbaik dunia. Sampai sekarang pun masih. Selain penghasil rempah-rempah, Ambon juga dikenal lewat keindahan alamnya yang begitu memukau bagi siapa saja yang mengunjunginya.


Kota Ambon terletak di daerah datar, dikelilingi oleh Teluk Ambon yang indah, yang didukung oleh pegunungan hijau subur dan menghadap ke lautan jernih nan biru. Kota Ambon juga dikenal sebagai "Ambon Manise" yang berarti Ambon itu manis atau cantik. Nama ini dikarenakan keindahan alam Ambon yang menawan dan keramahan orang-orang Ambon.

Kami, rombongan guru-guru Santa Ursula berangkat dari Bandar Udara Sukarno Hata dengan flight Garuda Indonesia  GA646. Tiba di Banda Udara Internasional Pattimura  pada pukul 13.00 WITA.  Bandara ini  melayani kedatangan dalam dan luar negeri.  Dengan luas landasan 2.500 m² untuk dalam negri dan luar negeri dengan luas landasan 400 m2 relatif kecil jika dibandingkan dengan Bandar Udara Sukarno Hatta. Bandara ini berjarak 38 kilometer dari Kota Ambon dikelilingi oleh lautan yaitu di sebelah Utara Laut Seram, Selatan Laut Banda, dan Timur Laut Arafura.


Setiba di Ambon, kami langsung menuju Pantai Pintu Kota. Pantai ini merupakan salah satu yang paling dikenal di Ambon. Pantai ini merupakan pantai jurang yang curam dengan kemiringan sekitar 80 derajat. Pantai Pintu Kota merupakan pantai berbentuk teluk dengan batu-batu karang tajam yang indah. Pantai satu ini tidak memiliki bibir pantai dan pasir, tetapi kita bisa menemukan keindahannya dalam   keeksotisan yang mungkin jarang kita temukan di pantai lainnya.  Hal yang paling unik dan dikenal dari Pantai Pintu Kota ini adalah adanya sebuah karang bolong berbentuk seperti gerbang atau pintu. Celah karang besar tersebut terbentuk akibat dari adanya benturan air laut yang keras selama bertahun-tahun. Hal tersebut ternyata membuat karang menjadi terkikis, bahkan menimbulkan sebuah lubang besar. Bagi para penyuka wista laut, bisa menmukan spot diving yang sangat indah di lokasi ini. Spot divingnya dikenal memiliki keindahan yang bisa membuai para diver sekalian yang memang hobi menikmati keindahan bawah laut.  Keindahannya yang menawan dan keunikannya yang begitu eksotis membuat banyak orang tertarik datang berkunjung.

(doc. pribadi)

Saya bukan penyuka kegiatan ekstrim di laut. Jadi cukup untuk saya menikmati indahnya Pantai Pintu Kota sambil minum teh panas dengan pisang dan sukun goreng panas. Sesungguhnya perut saya sangat lapar karena kami rombongan tidak mendapatkan makan siang begitu kami turun di bandara dari penyelenggara tour kami. Sepertinya agent tour ingin cepat kaya sehingga membiarkan kliennya tidak makan siang. Bahkan air mineral pun kami tak mendapatkannya. Akhirnya kami, di bis satu mampir di jalan untuk membeli air mineral dengan kocek sendiri.

Saya ingin sekali makan berat seperti nasi, mi ayam, soto panas, atau apa pun itu. Namun, yang berat ada di pantai ini hanya karang dan bebatuan terjal.  Apa daya kami para turis domestik ini.  Pedagang di pantai ini hanya menjual mi instan dan pop mi yang jelas tak sedikit pun saya berselera untuk menyantapnya. Untungnya ada pedagang yang menjual cemilan pisang dan sukun goreng. Daripada saya makan mi instan, lebih baik makan cemilan ini. 

Meski menikmati pantai ini dengan perut kelaparan dan hati dongkol kepada agent  tour yang pelayanannya parah sekali, tetapi tak sedikit pun mengurangi keeksotisan pantai ini. Pantai Pintu Kota ini terletak di Dusun Airlouw, Kecamatan Nusaniwe, Ambon. Dengan titik awal keberangkatan dari pusat kota Ambon, kita akan menempuh perjalanan selama kurang lebih 45 sampai dengan 60 menit menuju ke pantai indah nan menawan ini.




Pantai Pintu Kota tidak terlalu aman untuk dijadikan lokasi berenang. Karena bagian bibir pantai yang berpasir hanya sedikit saja dan pantainya memiliki karang dengan batu yang tajam. Arus air laut di kawasan Pantai Pintu kota pun sangat kencang, dengan gelombang ombak tinggi. Gugusan bebatuan karang yang berada di sekitar karang berlubang besar Pintu Kota yang menjadi daya tarik kuat. Lokasi ini banyak dijadikan sebagai tempat favorit untuk berfoto.

Beberapa teman saya tidak turun ke pantai karena jalan untuk menuju ke pantai  berupa tangga semen yang cukup curam, terutama bagi orang yang bermasalah dengan lutut. Namun, saya ingin menikmati keindahan pantai dan karang di Pantai Pintu Kota karena itulah saya turun. Saat turun di pantai pun perlu berhati-hati karena tempat berpijak di sekitar pantai di dominasi oleh batu- batu yang cukup tajam. Jadi diperlukan kewaspadaan saat melangkahkan kaki di antara bebatuan.



Di lokasi pantai terdapat pondok-pondok untuk tempat berteduh dan beristirahat sambil memesan cemilan.  Di sekitar pantai ditumbuhi pepohonan yang cukup besar membuat kawasan ini cukup rimbun. Pantainya mirip dengan Pulau Bunaken, rimbun dengan pepohonan. 

Pantai Pintu Kota. Itulah destinasi kami pertama di Ambon. Mengesankan, meskipun dinikmati tanpa makan siang.

(Ch. Enung Martina)