Kamis, 25 Juni 2015

MEDITASI PERJALANAN MENUJU SEHAT

MEDITASI PERJALANAN MENUJU SEHAT



Tulisan ini saya bagikan berkaitan dengan pengalaman suami , Pak Bob ( Yohanes Bob hariyadi Martopranoto) yang membagikannya pada saya. Saya menjalani apa yang suami saya share-kan dan ternyata mengalami hal yang bermanfaat bagi tubuh saya pada usia yang golden age lewat ini. Dalam Komunika beberapa edisi yang lalu, Pak Wahyu, salah satu umat dari Puspita Loka, pernah menyampaikan kesaksiannya berkaitan denagn meditasi ini.  Dalam tulisan ini, saya juga mau menyampaikan rasa terima kasih tak terhingga kepada Bapak Frans Sunioto (maaf kalau ejaannya kurang tepat) yang sudah banyak berbagi kepada banyak orang tentang metode meditasi yang membawa berkat kesehatan. Berkat Tuhan berlimpah kepada Bapak Frans dan keluarga.
Meditasi yang Pak Bob ikuti dengan master-nya Pak Frans ini bernama Zhen Qi Sirkulasi. Seperti pada umumnya masyarakat mengetahui bahwa meditasi adalah suatu proses yang dilakukan secara sadar untuk memusatkan banyak titik perhatian ke satu titik perhatian. Salah satu teknik meditasi yang terkait dengan pernapasan adalah meditasi sirkulasi temuan DR. Li Shao Bo, seorang profesor asal Lanzhou, China. Meditasi ini disebut Zhen Qi. Zhen artinya asli, dan Qi artinya energi. Zhen qi atau energi asli/murni manusia sebenarnya sangat potensial untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan dan stamina, sayangnya hanya sedikit orang yang paham mengenai hal ini.

Zhen qi adalah ilmu yang mengajarkan orang supaya panjang umur dengan cara mengoptimalkan energi vital yang sudah ada dalam tubuh kita sendiri, yaitu dengan teknik pernapasan yang terkonsentrasi pada embusan napas (napas buang).  Zhen Qi Sirkulasi mengajarkan bahwa pernapasan dalam itu sangat penting, akan tetapi justru kita tidak pernah melakukannya. Kita terbiasa menggunakan pernapasan luar yang berlangsung antara 16-20 kali per menit. Menurut isi Kitab Kaisar Kuning ( buku pengobatan tradisional Tiongkok tertua yang memiliki pengaruh besar dalam pengukuhan dasar teori pengobatan tradisional Tiongkok yang masih eksis hingga saat ini), zhen qi akan efektif bila kita melakukan pernapasan dalam yang berlangsung antara 9-10 kali per menit. Hitungan 9-10 kali per menit menunjukkan bahwa kita diharapkan bisa bernapas dengan  dalam dan lambat.

Menurut DR. Li dalam bukunya "Treatise on Zhen-Qi Circulation", konsentrasi pada embusan napas ini memiliki arti sangat penting. Saat kita menghembuskan napas, saraf parasimpatik akan bekerja dan saraf simpatik terhalangi. Akibatnya, tubuh menjadi rileks. Saat rileks, dengan sendirinya tekanan darah menurun dan segala nyeri akan hilang. Nah kalau bicara pada persarafan seperti ini, saya yakin paramedis lebih mengetahuinya.

Saat kita menghembuskan napas, oksigen menjadi sebuah kristal energi. Hembusan napas menyebabkan energi di jantung turun ke ulu hati, membuat sistem pencernaan bekerja sempurna. Lalu turun ke dan tian bawah (pusat energi di bawah pusar). Sembari mencapai pernapasan ideal ini, kita diajari menggerakkan zhen qi supaya membuka 8 meridian yang kita miliki,  yaitu yang qiao, yin qiao, yang wei, yin wei, chong, dai, ren, dan du.  Istilahnya memang agak ribet kala saya membaca petunjuk naskah yang dibawa suami saya, apalagi saat mendengarkan dan melihat CD-nya karena menggunakan bahasa Mandarin.

Ini gambar meridian yang dimaksudkan, saya contek saja  daripada bingung membayangkannya:




Namun dalam prakteknya, kita hanya berkonsentrasi supaya zhen qi membuka dua meridian utama, yakni ren (meredien konseptual)  dan du/tu (meridian yang mengalir) . Setelah dua meridian utama atau gerbang energi terbuka, dengan mengatur supaya zhen qi melewati jalurnya, keenam meridian lainnya secara otomatis akan terbuka. Jalur energi pun menjadi lancar. Selanjutnya berakibat 12 meridian umum lainnya juga ikut terbuka, sehingga efeknya seluruh tubuh akan sehat karena seluruh jalur energi atau meridian tidak terhambat.

Teknik pelatihan Meditasi Zhen Qi ini berlaku untuk semua umur. Walaupun sangat sederhana, namun efek latihan ini luar biasa. Setelah jalur meridian terbuka, tubuh akan terasa segar, sehat, dan tidak mudah sakit. Teknik pelatihan Meditasi Zhen Qi ini berlaku untuk semua umur. Walaupun sangat sederhana, namun efek latihan ini luar biasa. Setelah jalur meridian terbuka, tubuh akan terasa segar, sehat, dan tidak mudah sakit. Pelatihan pun mudah hanya duduk di kursi/bangku tanpa bersandar, kaki menapak, tangan di pangkuan dengan telapak tangan tertutup, mata terpejam, dagu lurus, duduk santai, bernafas secara biasa tanpa menimbulkan bunyi. Sepanjang meditasi lidah ditekuk membentuk huruf L dan mulut tertutup (mingkem). Untuk teknik lihat pada link ini :  http://www.secapramana.com/isi/meditasi.htm
Ada sensasi tubuh yang saya rasakan pada saat saya menjalani meditasi ini. Sensasi yang saya rasakan adalah saat di meridian pertama saya merasakan pening dan tegang di kepala, kemudian berangsur terasa hangat di dada, lalu sel-sel di bagian kaki mulai berdenyut-denyut. Tangan juga mulai berekasi agak baal. Saat ke meridian 2 saya merasakan berat sekali karena dulu saya pernah dioprasi sesar. Nah, di meridian ini saya merasakan perut hangat dan menuju panas, bekas jahitan oprasi sesar saya berdenyut, berdenyar, dan nyeri sekali. Selain itu saya merasa ada ulat bulu yang merayap di sekitar pinggang, kaki, tangan, sangat gatal! Perasaan yang campur aduk di meridian 2 ini  saya rasakan sampai 3 hari  latihan. Mungkin karena daerah itu parah.
Hari ketiga saat saya latihan, saya mengalami buang air besar (mencret 3x). Pada meridian 3, 4, dan 5  saya merasakan panas dan sangat pegal  di sekitar pinggang sampai saya tak kuat duduk karena pegal sekali. Saya akhirnya ambil posisi berdiri. Pada meridian 3,4,5 juga saya merasa berat sekali sampai 3 hari juga sensasi itu saya rasakan. Demikian pula di meridian 6 dan 7 saya mrerasakan berat sekali. Panas, nyeri, tingcelekit (sakit datang-pergi) yang dari arah tulang ekor, merambat naik ke punggung, belikat, ulo-ulo (tulang punggung yang menghubungkan dengan tulang ekor). Saya merasakan berat di punggung kiri saya. Sensai panas selama berada di meridian ini saya rasakan.

Ada cerita di balik latihan yang saya jalani. Ceritanya saya tidak memenuhi kuota waktu sesuai tuntutan yang benar karena faktor kesibukan yang saya miliki. Saya memenuhi 13 kali latihan, namun pada hari ke-13 saya ada acara kemping Pramuka SMP St. Ursula,  sehingga latihan agak tersendat. Pada hari ke-13 saya latihan dalam posisi tidur menjelang istirahat malam di ruang kepala sekolah. Sensasi yang saya rasakan adalah otak saya sangat merasa geli, segeli-gelinya sampai saya tidak tahan. Nah, saya masih terus melanjutkan latihan pada hari ke-14 dan selanjutnya. Latihan kurang efektif juga karena sebentar dan juga banyak gangguan. Saya juga masih ada acara mengantar anak pelatihan menulis di Rumah Perubahan, Bekasi. Namun, pada hari ke-18 saya mengalami sensasi aneh. Saya melanjutkan latihan  di lapangan olah raga SMP-SMA Ursula sambil menunggu anak kelas VII dan VIII bertanding di lapangan. Saya duduk sambil berlatih meditasi.
Sensasi yang ini aneh sekali. Biasanya sensasi itu perasaannya agak menganggu kaena ketidaknyamanan. Namun, sensasi yang saya rasakan di lapngan ini membuat ‘nagih’ karena sangat nikmat, suka cita, dan diri saya ada dalam keadaan bersyukurrrrr sekali. Sepertinya saya dibanjiri dengan udara sepoi-sepoi yang tak ada hentinya. Anak rambut saya sekitar kepala saya terangkat semua seolah ada energi listrik statis yang menariknya. Saya rasanya tak ingin membuka mata karena kenikmatan yang belum pernah saya rasakan ini.

Selain itu efek dari meditasi (berlaku bagi semua jenis meditasi), kita dapat lebih menyadari kebesaran Sang Pencipta akan kehebatan dan kesempurnaan alam semesta ini, tempat  kita dapat memanfaatkan segala sesuatu dari alam yang tersedia di sekitar kita untuk mencapai kenikmatan hidup (sehat, sejuk, tenang, dan bahagia). Dengan demikian kita dapat lebih bersyukur kepada Sang Pencipta yang telah memberikan segala sesuatu baik adanya (disarikan dari berbagai sumber).






9 komentar:

  1. Selamat pagi bu ursa, saya bs dishare alamat rumahnya serta contact no. pak frans supaya dapat belajar meditasi zhen qi langsung dgn pak frans...terima kasih bu

    BalasHapus
  2. Selamat pagi bu ursa, saya bs dishare alamat rumahnya serta contact no. pak frans supaya dapat belajar meditasi zhen qi langsung dgn pak frans...terima kasih bu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam Pak Risman. Ini alamat Pak Frans Sunioto: Puspita Loka B2/6, Jl. Kasturi, sektor III.3 Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten.

      Hapus
    2. Apakah ada no telpon/WA Pak Frans?? Terima kasih

      Hapus
    3. Maaf saya tidak bisa bagi nomor kontak pribadi di sini. Silakn tinggalkan alamat email Bapak/Ibu. Terima kasih

      Hapus
  3. pagi Bu. bole saya belajar tehnik nya dengan Pak Frans? mohon dibantu ya Bu. ini nomor kontek saya 08978209210. thanks.

    BalasHapus
  4. Ibu Ursa bisa sy belajar meditasi imi
    Mohon dibantu ya Bu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, silakan hubungi saya via email: enung_martina@yahoo.com

      Hapus