Minggu, 22 September 2024

CATATAN PRIBADI MISA BERSAMA PAUS FRANSISKUS DI GBK

Doc pribadi (2015) 

Duc In Altum


Ini adalah kali kedua saya misa bersama Paus Fransiskus. Misa pertama saya pada audiensi umum di lapangan Basilika St. Petrus, Vatikan, Roma, pada Rabu, 17 Juni 2015. Sembilan tahun yang silam, dan saya masih mengingat bacaan Injil hari itu.  Bacaan yang diangkat tentang Yesus menyembuhkan anak janda dari Nain. Injil dibacakan dalam beberapa bahasa: Italia, Inggris, Latin, dan Arab. 


Untung hari itu saya duduk bersebelahan dengan Romo Ignatius Ismartono, SJ, selaku pembimbing rohani kami selama berziarah. Padre Ignacio, begitu nama beken beliau selama berada di Italia, menjelaskan beberapa isi khotbah Paus karena diuraikan dalam bahasa Italia. Jadi saya bisa memahami isi khotbah tersebut. Ada beberapa kata Italia yang rada mirip-mirip  dengan bahasa Inggris. Jadi saya bisa menyambungkan sendiri, lalu saya konfirmasi  kebenarannya kepada Padre Ignacio.


Kami sangat bahagia karena pada audiensi itu, nama komunitas kami (Sekolah Santa Ursula dari Indonesia) disebut. Begitu nama kami disebut, dengan serentak kami berseru/berteriak: Yeee! Huuu! Sampai dilihat oleh orang-orang karena kami sangat heboh. 


Sekarang, hari Kamis, 5 September 2024 saya berada di Gelora Bung karno (GBK), di tanah airku tercinta, mengikuti misa akbar Paus Fransiskus untuk kedua kalinya. Puji Tuhan tak terhingga. Tuhan begitu luar biasanya menyelenggarakan ini semua. 


Saya tak pernah membayangkan akhirnya, Paus Fransiskus melawat kita semua, umat katolik, dan seluruh bangsa Indonesia. Saya bagaikan mimpi ketika saya mendapatkan kesempatan dari paroki saya, Villa Melati Mas untuk ikut dalam misa akbar. Tadinya saya berpikir, kalau tak mendapat kesempatan pun tak apa-apa, karena saya pernah ikut misa bersama Paus. Puji Tuhan lagi, satu anak saya bisa jadi peserta misa, dan satu lagi menjadi petugas sebagai putra altar dalam acara tersebut. Sungguh pengalaman yang langka.


Meskipun harus menunggu selama 5 jam untuk mengikuti Perayaan Ekaristi akbar, saya tak merasa lelah atau pun bosan. Saya sudah menyiapkan buku bacaan Mari Bermimpi : Jalan Menuju Masa Depan Yang Lebih Baik yang ditulis oleh Paus Fransiskus sendiri. Bayangan saya kalau saya bosan, saya bisa baca. Selain itu juga saya sudah menyiapkan sebatang coklat yang dibeli di Alfamart dekat rumah saya. Eh, ternyata coklat saya kena tilang…. Diambil petugas pintu masuk.  Ya…sudah itung-itung beramal kasih coklat ke petugas. Bayangan saya, baca buku sambil mengulum coklat…. Nikmat betul!


Namun, saudara-saudari, semua yang direncanakan baca buku sambil makan coklat, keduanya tak terjadi. Di tempat duduk saya sempat membaca bagian pengantar buku (tanpa makan coklat), tetapi setelah itu ada rangkaian acara doa rosario, nyanyi lagu rohani, berdoa tolak hujan, ada doa taize dengan lagu-lagu yang saya kenal. Jadilah saya fokus pada rangkaian acara tersebut. 


Ngomong-ngomong tentang doa taize, saya sudah sangat lama tak pernah berdoa dengan metode taize lagi. Terakhir saya doa taize saat saya masih di Gereja St. Monika sekitar tahun 1996-an. Sepertinya metode doa ini tak banyak digunakan lagi. Dulu Sr. Francesco saat retret guru-guru di Sukabumi,  juga pernah menggunakan metode doa ini. Saya sangat menghayati berdoa dengan metode ini. Rasanya lebih khusyuk. 


Pembawa acara, Romo Yustinus Ardianto, PR  (Romo Yus) mengumumkan bahwa Bapa Paus akan segera memasuki GBK dengan melalui Stadion Madya terlebih dahulu. Posisi saya ada di Stadion Utama berseberangan dengan panggung utama. Posisi yang nyaman dan enak. Namun, panggung sangat mungil terlihat dari tempat duduk saya. 



Akhirnya Paus tiba di GBK. Sorak sorai dan yel-yel  sambutan berkumandang :

Viva Il Papa!

Viva Papa Francesco

Welcome to Indonesia Papa Francesco

Bienvenido Papa Fransesco


Yel-yel itu diulang-ulang, lalu disusul dengan lagi Kristus Jaya. Seluruh GBK bergetar dengan yel dan lagu pujian. Ternyata orang yang ikut merancang yel-yel tersebut ialah RD Pius Novrin Arimurti atau Romo Novrin. Beliau merupakan salah satu imam Keuskupan Agung Jakarta, yang pernah bertugas di paroki saya. 


Mendengar dan ikut menyanyikan yel-yel serta lagu pujian Kristus Jaya, saya merinding dan terharu. Terutama saat menyanyikan lagu Kristus Jaya. Lagu ini menggambarkan pujian atas kemegahan dan keagungan Kristus. Lagu ini punya kenangan tersendiri bagi saya. Kristus Jaya pernah kami nyanyikan dengan penuh haru saat kunjungan ke Yerusalem pertama bersama rombongan Santa Ursula tahun 2008. Saat itu kami masuk melalui jalur bis dari Yordania dan masuk ke Tiberias. Kami dari Indonesia turun di Bandara Queen Alia, Yordania. Dari Yordania kami naik bis ke Israel menuju Tiberias.  Saat kami memasuki kota Yerusalem setelah 3 hari  berziarah di wilayah Tiberias (Galilea), kami menyanyikan beberapa lagu, salah satunya Kristus Jaya.   Pastinya lagu Kristus Jaya mempunyai hubungan emosi tersendiri bagi saya. 


Usai sambutan meriah, Paus menuju altar sebagai panggung utama. Mulailah persiapan menuju Ekaristi Akbar. Semua umat hening. Dan mulailah lagu pembuka perarakan masuk  Dengan Gembira yang dipandu oleh 600 personel koor gabungan dari seluruh Indonesia.  


Paus memulai dengan tanda kemenangan In nómine Patris, et Fílii, et Spíritus Sancti. Serentak seluruh umat menjawab : Amen. Dilanjutkan dengan sapaan pembuka : Pax vobis. Umat pun menjawab: Et cum spíritu tuo. Misa dilanjutkan sesuai dengan struktur misa yang berlaku. Misa dibawakan dalam bahasa Latin dan bahasa Indonesia, serta bahasa daerah pada saat doa umat. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa, Toraja, Manggarai, Batak Toba, Dayak Kanayatn, dan Malind (Merauke-Papua).Sepanjang Ekaristi Akbar berlangsung, semua umat berpartisipasi dengan khidmat. 


Tibalah pada bacaan Injil yang diambil dari Luk. 5:1-11. Dua  ayat yang bagi saya menjadi pesan utama adalah “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah

jalamu untuk menangkap ikan.” “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa. Tetapi atas perintahMu aku akan menebarkan jala juga.” (Luk.5:4-5)


Kisah Yesus bersama Petrus dan kawan kawan di Danau Genesaret mengundang saya  untuk merenungkan tentang kerendahan hati untuk menjadi taat, keberanian untuk mengatasi keterbatasan diri,  dan kerelaan untuk berbagi berkat dengan sesama. Saya masih sangat jauh dari itu. Saya belajar dari St. Pertrus. Simon Petrus adalah seorang nelayan. Pasti ia tahu di mana tempat yang banyak ikan di laut dan bagaimana cara menangkap ikan. Tetapi telah sepanjang malam dia dan teman-temaannya bekerja keras tetapi tidak mendapat ikan. ketika Yesus menyuruhnya untuk bertolak lebih dalam dan menebarkan jala lagi untuk menangkap ikan, Simon pun mengikutinya. Hasilnya, banyak sekali ikan yang ditangkap oleh Simon dan teman-temannya.


Di sini saya melihat dan belajar dari Simon sebagai seorang nelayan yang rendah hati dan taat. Karena kerendahan hati dan ketaatannya, ia dan teman-temannya bisa menangkap ikan dalam jumlah yang banyak sekali. Terkait dengan diri saya pun, jika saya mau taat dan setia pada Tuhan, saya pun akan mendapat kelimpahan berkat. 


Pastinya untuk ‘bertolak ke yang lebih dalam’ , duc in altum, tidak akan mudah. Saya harus repot, saya harus berkorban di sana-sini, harus rendah hati, tak boleh gampang tersinggung, atau mementingkan ego saya. Saya sadar bahwa saya masih sangat jauh dari itu.


Namun, saya yakin kasih dan rahmat Tuhan akan membantu saya. Saya juga minta doa Bunda Maria agar menyampaikan kepada Yesus Sang Putra. Saya mau belajar dari Bapa Paus untuk hidup lebih sederhana dan tulus. Ya… Tuhan dengarkanlah doa dan niat hamba-Mu ini. Saya mendapat kekuatan dengan berkat akhir dalam Ekaristi Akbar dari  Paus Fransiskus “Benedícat vos omnípotens Deus, Pater,  et Fílius,  et Spíritus  Sanctus.” Saya pun menjawab dengan sepenuh hati. Amen (Ch. Enung Martina)

Jumat, 10 Mei 2024

RENUNGAN MEI Komunikasi Kunci Menuju Hidup Berbuah

                                                           doc. pribadi

 Hari Minggu ini ( 12 mei 2024) merupakan Minggu Paskah VII dan juga merupakan Hari Komunikasi Sedunia.  Dalam injil hari ini CINTA Yesus kepada para murid-Nya tampak dalam doa kepada Bapa-Nya: “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu…supaya mereka menjadi satu sama seperti kita” (Yoh. 17:11). 


Yesus sadar Ia akan meninggalkan dunia ini dan para murid-Nya akan dibenci dunia, sebab Firman Allah tidak disukai dunia. Yesus berdoa agar Allah Bapa melindungi ktia dari yang jahat. Yesus tidak berdoa agar kita diambil dari dunia ini, tetapi agar kita tetap hidup di dunia ini dan menjadi satu serta kudus. Yesus berkomunikasi kepada Bapa dalam doa-Nya. 


Tujuan utama komunikasi adalah menciptakan kesepahaman antara pengirim pesan dan penerima pesan. Komunikasi yang efektif memastikan bahwa pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan jelas oleh penerima. Kata “komunikasi” berasal dari kata Latin: cum artinya bersama-sama, dan umum artinya satu. Jadi, komunikasi adalah proses bersama-sama menjadi satu, menuju pengertian yang sama. 


Ketika kita sudah mempunyai pengertian yang sama dan kita sepaham, maka semua lancar. Gerak langkah berikutnya akan terasa mudah. Dengan adanya komunikasi yang baik diharapkan semua relasi lancar. karena relasi lancar maka pekerjaan, tugas, karya juga menjadi lancar. Kita akan memetik buah-buahnya dari komunikasi yang lancar. Pada akhirnya, kita sebagai murid Kristus,  hendaknya bersatu dengan Kristus sebagai sumber hidup dan sumber inspirasi kita untuk menghasilkan buah-buah kebaikan di lingkungan kerja, di masyarakat, dan orang-orang sekitar.


Perjumpaan kita di dunia modern ini tak ayal kita menggunakan juga alat untuk berkomunikasi.  Semua alat dan media komunikasi semestinya  kita pakai untuk menyatukan kita dan bukan untuk memecah-belah, menyebar fitnah atau hoax. Namun, sering terjadi alat komunikasi menjadi ajang untuk memecah belah. 


Yesus ingin kita bersatu dan hidup kudus, saling mengasihi di dalam nama-Nya. Maka Dia benar-benar meminta kepada Bapa agar kita dipelihara-Nya. 


Sebagai panduan  Yesus memberikan firman-Nya. 

Yoh 17:14

Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.


Panduan tersebut adalah firman-Nya. Ia mengutus kita untuk menjalankan firma-Nya itu. Firman itu merupakan  Kabar Gembira tentang kasih Allah. Namun,  dunia ini tidak menyukai firman Allah. Karena itu kita mengalami banyak tantangan dan pertentangan. Salah satu tantangan kita adalah dalam hal berkomunikasi. Untuk mengatasi tantangan tersebut kita semua selayaknya  belajar berkomunikasi yang baik. 


Kiranya tantangan tersebut bisa kita atasi dengan belajar membangun komunikasi yang baik: pertama komunikasi dengan Tuhan, kedua dengan diri kita sendiri, dengan keluarga, dengan sanak-kerabat, dengan kolega, dan dengan orang lain di sekitar kita. 


Marilah kita berdoa semoga Tuhan senantiasa menguatkan kita dalam melaksanakan tugas dan perutusan untuk mendatangkan kebaikan-kebaikan, dan keselamatan sehingga melalui komunikasi yang baik kita bisa berbuah banyak. Amin.



(Ch. Enung Martina
)


Senin, 25 Maret 2024

REKOLEKSI HARI 2 TRIDUUM PASKAH 2024


(doc. pribadi-Magdala Juni 2019)

MAKNA SALIB (Rm Hendra Sutedja, SJ)

Salib Katolik istimewa karena ada korpus (tubuh Kristus).

Banyak orang beranggapan salib itu berhala. Paulus berkata salib itu kebodohan bagi orang yang tak percaya. Bagi kita salib adalah keselamatan. Kita memasang salib artinya secara visual kita mengingat bahwa salib adalah sentral hidup kita. Kita selalu terarah dapa salib sebagai lambang keselamatan.  

Orang Katolik menjadikan salib pusat iman kita karena kita masuk pada kebahagiaan, keselamatan, dan sukacita.

Salib bukan arti negatif. Di balik salib ada hal yang kita pahami:


Galatia 3: 13

Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ”Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”


Ada korpus artinya Yesus mengambil kutuk dosa kepada tubuh-Nya yang tersalib. 

Kutuk dosa yang turun pada diri kita diambil-Nya. Dia menggantikan kita untuk menanggung kutuk dosa. 


Kita jatuh dalam dosa muncul dalam dorongan-dorongan cinta diri. Akibat yang mengerikan dari dosa adalah hidup menjadi kacau karena menjauh dari kasih Allah. Tak dapat membedakan mana tujuan dan mana sarana. Tujuan hidup adalah melaksanakan kehendak Allah. Kita ambil bagian dalam kemuliaan Ilahi, kodrat Ilahi. Kodrat ilahi adalah sifat-sifat Allah sendiri. Salah satu sifat ilahi adalah akal budi. Agar kita bisa melihat rencana Allah dan hidup di dalamnya dengan bahagia dan sukacita.


Kehendak adalah kekuatan yang membawa kita pada kebaikan, pada tujuan.

Kalau kita memakai akal kita sesuai kehendak Allah, hidup akan baik-baik dan bahagia. Hidup mengakar dan berdasar pada kasih Allah.

Allah Tritunggal hidup dalam kemuliaan dan kasih abadi. Kasih yang mulia akan berbuah, yaitu hidup menjadi indah, mulia, dan bahagia karena penuh dengan kasih.

Namun, kenyataannya hidup kita masuk pada kegelapan. 

Kekacauan akibat dosa akan membawa kekacauan pada yang lain juga.

Semestinya kita mengarah pada hal-hal yg luhur.

Kristus telah menebus kita dari kutuk dosa. Yesus membayar kontan dengan penyaliban-Nya.

Kutuk adalah kesengsaraan karena akibat perbuatan dosa kita.

SALIB: Yesus menjadi pematah kutukan dosa

Jalan salib: ada 14 stasi, sebetulnya kesengsaraan untuk semestinya kita yang mengalami, tetapi diambil alih oleh-Nya.


Kita harus kembali pada realita hidup kita.

Kita memeriksa hati, tempat cinta bersemayam. 

Apakah di hatiku masih ada cinta? Atau dihatiku ada keingnan utuk menyenangkan diriku?

Sifat cinta mengalir ke luar,

Seberapa besar kasih dalam diriku?

Kasih adalah daya untuk melakukan tindakan2 keselamatan. 

Seberapa besar saya rela berkorban?

Kalau kita memiliki daya kasih yang tebal, maka akan memperkuat daya kita dalam kehidupan, termasuk mengalami kesulitan.

Cinta adalah tindakan yang mempunyai daya mencipta. 

Kita melihat kadar  tipis tebalnya cinta kita. 

Terkadang dalam diri kita ada tipu daya, iri hati, kemarahan, kebencian dll

Kalau kita dikuasai hal2 negatif, lihatlah salib!

Ada kasih dan keselamatan  dari DIA yang tergantung untuk menebus kutuk dosa kita.


Roma 3:9-12 dan 23

Menyatakan bahwa manusia memang berdosa. Kita kehilangan kemuliaan Allah.

Kita mengalami hidup yang kehilangan kemuliaan. 

Temukan cara-cara untuk berpikir, merasa, dan bertindak yang kehilangan kemuliaan Allah. 


Dalam catatan Petrus arti salib punya arti terhadap dosa

1 Petrus 2: 24 

Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.


Pada tubuh-Nya yang hancur (bilur-bilur-Nya) kita disembuhkan.

Pada salib ada kekuatan yang nyata. Salib Realita keselamatan. 

Kita melihat dosa-dosa kita yang mematikan. 

Yesus menyembuhkan kita dari akibat dosa. 

Fokus diubah bukan melihat hal yang negatif menjadi: Aku punya martabat yang dikembalikan Yesus di kayu salib.

Aku mau dalam diriku kebenaran sedang dibangun. 

Yesus tak menyembunyikan dosa. 

Tuhan Yesus mengalahkan dosa dan mematahkan kutuk dosa. Karena itu kita hendaknya hisup berada dalam Yesus. 


Saat kita memandang salib, kita mengingat bahwa kita terbebas dari tipu muslihat dosa dengan segala akibatnya.

Temukan suatu gerak untuk melakukan yang benar. 

Suara yang mengganggu saat kita melakukan hal dosa, itu adalah suara Tuhan.

Tuhan bekerja, berproses membebaskan kita.


Kis 2: 38

“Jawab Petrus kepada mereka: Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus”.


Pertobatan berarti yang buruk (tipus dosa), Tuhan mengajak kita untuk berbalik. 

Dalam BAPTISAN ada pengampunan dan penerimaan Roh Kudus


Roma 8: 1

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman g bagi mereka yang ada di dalam Kristus 1 Yesus. Karena itu, sekarang tidak ada lagi penghukuman bagi orang yang ada dalam Yesus Kristus. Maka oleh sebab itu sekarang tiadalah lagi hukuman ke atas orang yang di dalam Kristus Yesus.


Dosa hukumannya adalah mati. Dengan memandang salib kita dibebaskan dari dosa dan kematian. 

Salib adalah kekuatan kasih Tuhan bagi kita yang berdosa


Roma 5: 6-8

5:6 Karena waktu kita masih lemah,  Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka  pada waktu yang ditentukan   oleh Allah. 5:7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--. 5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, v  ketika kita masih berdosa.


Kesombongan yang membuat seseorang merasa kuat.Kesombongan akan membawa kita jatuh dalam dosa.


Pernahkan saya mengalami kuasa salib?

  • unchecked

    Diampuni, dibebaskan dari dosa

  • unchecked

    Diberi hati yang baru

  • unchecked

    Sadar dicintai Tuhan

( Ch. Enung Martina)

Minggu, 24 Maret 2024

REKOLEKSI HARI 1 TRIDUUM PASKAH 2024

 

                                            (doc. pribadi: Roma Juni 2015) 

REKOLEKDI DIBAWAKAN OLEH ROMO HEDRA SUTEDJA, SJ

Penyelamatan yang kita hayati: 

  • Tradisi Mencuci Kaki

  • Ekaristi

  • Kebangkitan


Iman kita ada 3 hal dasar

Dibangun pada misteri Paskah. Kebangkitan adalah puncaknya

Ungkapan dalam Ekaristi : Penghayatan misteri iman kita

  • Wafat Kristus

  • Keabangkitan-Nya

  • Kedatangan-Nya kembali

Seluruh manusia ciptaan diselamatkan

Tindakan Tuhan terakhir pada akhir zaman

Kita ditentukan masuk kebahagiaan kekal atau penderitaan kekal

Dengan misteri itu Tuan melepaskan manusia dari cengkeraman dosa

Dosa adalah kegagalan manusia untuk hidup sejalan dengan kehendak penyelamatan Allah

Sebetulnya kita berada dalam tuntunan Tuhan, tetapi seringkali kita tak mau sehingga gagal untuk berada di jalan Tuhan

Dosa bisa menyelinap masuk melalui keinginan kita yang tak terkontrol

Dalam hidup kita punya dorongan : 3 daya jiwa dipakai utk memilih Tuhan

Akibat dosa mengacaukan dan memburamkan

Apakah aku masih bisa mengendalikan batinku untuk lurus jalan bersama Tuhan?

Kekacaun akan membuat hidup menjadi terasa sempit dan gelap

Banyak keputusan diambil secara keliru, membiarkan keinginan yang tak esensial diikuti oleh kekeliruan lain

Efek domino dosa adalah menimbulkan kehancuran, kehilangan kebahagiaan

Dosa bukan teori dan teologi, tetapi realita

Paskah bukan hanya liturgis, Paskah adalah perayaan manusia yang terporosok  dalam dosa masuk pada kebangkitan

Arti Paskah tindakan penyelamatan Tuhan dalam hidup kita

Pada saat kita terporosok dosa, kita masuk dalam kematian

Arti kematian Yesus, Dia mengambil kematian kita dengan kematian-Nya

Dia sudah melakukan-Nya secara historis dalam kehidupan manusia

Paulus adalah seorang pembunuh murid Yesus, akhirnya dijamah, dan bertobat. Paulus mengalami kebangkitan.

Kita melihat sejarah hidup kita, saat Tuhan menyelamatkan kita dari kekacauan-kematian

Bagaimana Yesus menangkap dan menyelamatkan diriku

Buah yang paling jelas dari penyelamatan adalah syukur

Arti kebangkitan Yesus: Yesus anak Allah : Cengekraman iblis yang mematikan tak mempengaruhi Yesus. Kuasa Allah mengatasi kematian. Kasih mengalahkan dosa dan kematian.

Pikiran, perasaan, kenangan akan penyelamatan Allah akan membawa kita pada Terang

Pengalaman hidup yang tercengkeram oleh kegelapan, Tuhan mengambil alih-Nya dengan kematian-Nya yang terwujud dalam kebangkitan

Kebangkitan artinya memasukkan kita pada kemuliaan kita 

Arti kebangkitan: Kematian dikalahkan, kemuliaan dinyatakan


Misteri kedatangan kembali

Mat 24: 30-31

Semua bangsa meratap

Melihat Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya di langit


Kedatangan Yesus memenuhi kerinduan kita akan Tuhan

Ia akan menyuruh malaikat-Nya untuk meniup sangkakala

Tuhan mengumpulkan kita

Kedatangan kembali penuh kemuliaan dan kebesaran-Nya

Kita merayakan-Nya dalam Ekaristi: 3 dimensi Yesus kita rayakan (kematian, kebangkitan, kedatangan).

Hidup Ekaristi: hal yang real atas 3 dimensi hidup Yesus


Gerak mencuci kaki

Yoh 13: 3-15

Mencuci kaki itu penting

Bukan hanya tindakan merendahkan diri

Saat Yesus mau membasuh kaki Petrus, Petrus menolak

Tindakan Yesus mencuci kaki ini sangat penting

Jika Yesus tak membasuh kaki Petrus, ia tak mendapatkan bagian dalam Yesus

Maksudnya: Petrus tak bisa masuk dalam lingkaran Yesus, ia tetap dalam dosa.

Bagian Yesus yang paling penting dalam Petrus; Petrus diminta Yesus untuk mengambil bagian, bergerak seperti Yesus, sampai tuntas.

Dengan pembasuhan kaki, Tuhan mau menunjukkan bahwa kita mengambil bagian dalam menyelamatkan jiwa-jiwa.

Dengan pembasuhan kaki artinya

Ambil bagian dalam Yesus:

  • Memulihkan kita dari dosa ketidakpantasan kita dalam karya penyelamatan Tuhan

  • Bergerak sama seperti Yesus yaitu dalam hidup kita menjadi suatu persembahan tuntas bagi sesama, seperti yang dilakukan Yesus dalam kehendak bapa. Kita diminta bergerak sampai tuntas untuk jiwa2 yang membutuhkan keselamatan 

Gerak bersama Yesus juga kita melakukan rekonsiliasi antar jiwa-jiwa.

Bisa terjadi tabrakan-tabrakan yang membuat kita tertahan, kita harus bisa menjadi sumber pembawa rekonsiliasi (perdamaian kembali). 

Gerak bersama Yesus artinya membawa damai membangun kembali, mempersatukan.

Bagaimana kita melakukan itu semua menjadi persembahan total dalam kehidupan kita

Saat kita melakukan persembahan total, kita mengalami sukacita.

Tuhan dalam misteri Paskah-Nya membuat kita dipenuhi dengan cinta dan mengalami sukacita yang penuh. (Ch. Enung martina)