Jumat, 15 September 2023

Pesan-Pesan Mutiara Bapak Suci

(doc. 2015)

Kata-kata inspirasi Paus Fransiskus di Lisbon, Portugal pada  kunjungannya dalam rangka World Youth Day 2023.


Dengarkan dia karena seluruh kehidupan Kristiani berpusat pada perkataan Kristus. Yang menarik bagi kita adalah membawa Tuhan menjadi lebih dekat ke tempat dan situasi di mana hidup, bergumul, dan berharap.


Kita mengarungi lautan sejarah di masa-masa penuh gejolak dan kita merasakan kurangnya jalur perdamaian yang berani. Karena itu, kita harus menebarkan jala kita lagi. Pada saat kita putus asa biarkanlah Yesus naik ke perahu kita. Ketika kita dalam kesepian dan kritis, dia datang mencari kita untuk membantu kita berangkat lagi.


Gereja adalah untuk semua orang: orang benar dan orang berdosa, orang baik dan orang jahat. Bagi kaum muda hendaknya mengganti ketakutan dengan mimpi. Karena masyarakat saat ini membutuhkan orang-orang yang penuh mimpi dan bukan pengelola ketakutan. Kaum muda hendaknya berani mencari dan mengambil risiko dengan menjadi protagonis dan koreografi baru yang menempatkan manusia sebagai pusatnya. 


Kehidupan manusia membuat kosmos keluar dari chaos. Dari yang tidak bermakna menjadi sesuatu yang bermakna dan menarik. Dalam menghadapi moment kekacauan, kita membutuhkan kerja kelompok dan kerja pribadi.


Kita berada di sini bukan karena kebetulan. Tuhan telah memanggil kita bukan hanya saat ini. Namun, sejak awal kehidupan. Tuhan memanggil kita dengan nama masing-masing. Bagi Tuhan kita bukan hanya sedar nomor atau angka, tetapi sebuah wajah.  Seorang pribadi. 


Yesus adalah JALAN dan kita akan akan berjalan bersama-Nya. Jalan Yesus adalah Jalan Tuhan yang keluar-muncul-memancar dari diri-Nya. Ia berjalan di antara kita, yang menjadi manusia karena kasih-Nya kepada kita. Tidak ada seorang pun yang memiliki kasih yang lebih besar daripada seorang yang memberikan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya, bagi orang lain. Itulah sebabnya, ketika kita memandang Dia yang tersalib, yang begitu menyakitkan, begitu keras, kita melihat keindahan cinta dari Dia yang memberikan nyawa-nya bagi kita masing-masing.



Maka itu, bangun dan berjalanlah! Karena tak ada sesuatu pun dalam hidup kita ini yang gratis. Hanya kasih Yeusus sajalah yang gratis. Kasih Yesus adalah sumber kebahagiaan kita. Kegembiraan kristiani bersifat misioner. Karena itu, harus diwartakan.


Pelajaran hidup tidak dipelajari dengan mengambil pelajaran ( sekolah atau kursus), tetapi dengan mempraktikkannya, dengan cara berkontak dengan orang lain. Dalam pelajaran itu, kita juga hendaknya mencari Terang Injil dalam menghadapi tantangan kehidupan. Terang itu datang dari kasih dan pengorbanan diri. Menjadi terang dan bersinar,  bukan berarti menjadi sorotan atau menampilkan citra yang sempurna, melainkan menjalani kehidupan yang berisiko demi cinta.


Dalam sepanjang perjalanan kita, kita juga hendaknya mengingat orang-orang yang telah menjadi seberkas cahaya dalam hidup kita. Juga mengingat orang-orang yang menjadi akar kebahagiaan bagi diri kita. Kita hendaknya memiliki hati seorang ibu, yang memiliki hati terbuka terhadap semua anaknya tanpa kecuali.


Jangan takut, tetaplah gigih karena gereja dan dunia membutuhkan kontribusi kaum muda. Kaum muda adalah masa kini dan masa depan Gereja. 


( Sumber: Majalah Hidup, edisi 10 September 2023)


Minggu, 02 April 2023

Refleksi Minggu Palma 2023

 





RENUNGAN 2 APRIL

Mat 21_1-11

Tuhan Memerlukannya

 

Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan.

Seorang artis luar negeri terkenal datang ke Indonesia dengan harga untuk tiket konsernya jutaan rupiah. Para penggemar pun berbondong-bondong membeli tiket konsernya. Tak jarang tiket itu ludes terjual hingga para penggemar ada yang tak mendapatkannya. Begitulah para bintang itu diburu oleh para penggemarnya. Seperti ini mengingatkan kita pada saat Yesus Kristus dielu-elukan yang kita peringati pada Minggu Palma.

Pekan Suci kita buka dengan merayakan Minggu Palma atau Minggu daun-daun. Hari ini merupakan  prosesi agung, pawai mulia-meriah Yesus masuk kota Yerusalem disertai sorak-sorai, suatu pawai kebesaran. Pawainya Yesus ini bukanlah suatu kebetulan. Hal ini Yesus lakukan dengan tujuan mau memperlihatkan kepada semua orang, siapa Dia sebenarnya sebelum Ia masuk dalam penderitaan dan wafat-Nya di kayu salib, palang penghinaan.

Pada hari ini juga kita memasuki Pekan Suci. Pada pekan ini, Gereja secara khusus merenungkan misteri penebusan dan keselamatan dunia. Kita bersama-sama merenungkan kasih Allah yang luar biasa bagi umat manusia. Bacaan-bacaan yang kita dengarkan dan baca hari ini  menarik perhatian. Pada bacaan Injil kita mendengarkan kalimat “Tuhan memerlukannya” (Mat 21:3).

Yesus berpesan kepada murid-Nya untuk mencari seekor keledai untuk ditunggangi. Saat menemukan keledainya, pasti banyak orang yang bertanya-tanya akan dibuat apakah keledai itu? Murid-Nya hanya menyampaikan kepada mereka bahwa Tuhan memerlukan. Nyatanya pemilik keledai itu bersedia meminjamkan keledainya untuk dipakai Tuhan.

Berapa banyak barang atau waktu yang menjadi milik kita yang kita anggap berharga? Relakah kita memberikannya jika Tuhan memerlukannya? Harta benda dan waktu-waktu pribadi kita sekalipun itu bisa diperlukan Tuhan. Tuhan yang memberikannya dan Dia punya andil untuk meminta. Di saat kita rela, justru Tuhan akan berjanji: “Ia akan mengembalikan”

Peristiwa Minggu Palma mengajak kita untuk berani menentukan pilihan dan sikap iman yang tegas dan benar. Sikap iman yang tidak gampang di kala kemajuan zaman terus melesat, digeser oleh kepentingan diri dan mencari aman. Sikap yang tidak gampang goyah, bimbang dan ragu, yang tidak menjadi orang beriman Katolik yang ikut arus, ikut ramai dan ikut-ikutan orang banyak, beriman yang plin-plan, atau iman yang kabur dan suram, dan suam-suam kuku yang cuma “napas” natal-paskah dan musiman.

Memang bukan hal yang mudah sikap bersiap sedia untuk Tuhan. Pasti di dalamnya menyertakan kita untuk rela berkorban, waktu, tenaga, pikiran, harta, juga korban perasaan sering terjadi. Kala Tuhan memerlukan kita (waktu, pikiran, tenaga, harta, dll) kiranya kita mempunyai sikap rela untuk memberikan kepada-Nya. Kita berdoa dengan pertolongan Roh Kudus, kita mempunyai ketulusan hati dalam pelayanan kita. Amin. (Ch.E.M)