Jumat, 22 November 2019

JEJAK LANGKAH 23


GEREJA ST. ANNA, YERUSALEM LAMA 


Gereja St.Anna dan Kolam Bethesda,  dua situs ini terletak di Muslim Kuarter kota tua Yerusalem. Tak seberapa jauh selepas Pintu Gerbang Domba di sebelah kanan kita akan menjumpai pintu masuk dari kompleks gereja ini. Memasuki kompleks gereja ini kita seperti dibawa ke dalam sebuah lingkungan kompleks biara,  sebuah halaman luas dengan taman yang indah dan di bagian ujung utara kompleks gereja ini,  segera akan kita jumpai reruntuhan Kolam Bethesda yang disebut dalam Alkitab. Namun, untuk tulisan ini kita fokus pada Gereja Santa Anna saja.

Rombongan St. Ursula BSD di G. St Anna

Gereja Santa Anna (Ibrani: כנסיית סנטה אנה; Bahasa Latin: Ecclesia S. Anna) adalah sebuah gereja Katolik Roma, yang terletak di awal Via Dolorosa, dekat gerbang Domba atau Gerbang Singa,  Lions Gate di kawasan Muslim  kota lama Yerusalem.

Sebuah Basilika Bizantium dibangun di atas reruntuhan bangunan gereja lama pada abad ke-5. Dihancurkan  sebagian oleh orang Persia pada 614. Kemudian  dibangun kembali pada masa pemerintahan  Baudouin I. Lalu pada masa Perang Salib dibangunlah gereja kecil, yang disebut Moustier. Gereja ini  kemudian dibangun di atas perpanjangan dari kolam Bethesda bagian utara.

Selama pemerintahan Kerajaan Islam,   pada tahun 1192 gereja ini sempat dijadikan sekolah Islam (Madrasah).  Akhirnya   komplek itu diperbarui, tetapi peziarah Kristen hanya diijinkan masuk sampai bagian depan saja setelah membayar biaya. Pada 1856, atas dukungan Perancis, Sultan Utsmaniyah Abdülmecid I memberikannya  kepada Napoleon III. Lalu bangunan itu  dipugar dan direnovasi dengan mempertahankan keasliannya.



Dibangun kembali antara 1131 hingga  1138 untuk menggantikan gereja Bizantium sebelumnya dan tak lama kemudian diperbesar beberapa meter. Gereja merupakan salah satu bangunan lama dengan  arsitektur Romawi. Basilika tiga lorong ini menggabungkan langit-langit  dan pilar lintas kubah, garis yang jernih, dan interior yang sederhana. Nave atau bagian tengan ruang gereja dipisahkan dari lorong lateral yang lebih rendah dengan arcade (lorong beratap)  melengkung. Altar dibuat  tinggi, dirancang oleh pemahat Perancis Philippe Kaeppelin yang menggabungkan banyak adegan atau peristiwa Kitab Suci yang berbeda. Di depan altar digambarkan kelahiran Yesus (kiri), Yesus diturunkan dari salib (tengah), dan pemberitaan (kanan). Di lorong selatan adalah tangga menuju ke ruang bawah tanah, di sana ada  sebuah gua yang diyakini oleh tentara salib menjadi tempat kelahiran Maria. Sebuah altar yang didedikasikan untuk Maria terletak juga di sana. Basilika Bizantium sebagian membentang di atas dua cekungan air, secara kolektif dikenal sebagai kolam Bethesda, dan dibangun di atas serangkaian dermaga, salah satunya masih berdiri utuh sampai saat ini.



Gereja Santa Anna merupakan situs peninggalan era perang salib yang dibangun pada tahun 1142. Bagian bawahnya ada kapel yang dimanfaatkan sebagai tempat memperingati peristiwa lahirnya Bunda Maria. Interior bangunan gereja St. Anna terbuat dari batu yang keras dan akustik yang luar biasa bagusnya . Bangunan ini menjadi contoh yang baik dari arsitektur abad pertengahan.

Karena gereja tersebut dirancang dengan akustik yang baik, maka di dalam gereja Santa Anna, para peserta tour biasanya bernyanyi bersama. Kualitas tata suara dalam gereja ini tiada duanya. Para peserta ziarah pasti penasaran untuk membuktikannya. Maka kami, rombongan besar St. Ursula BSD pun menyanyikan lagu ‘Ya Namamu Maria’ denagn kompak di altar gereja itu. 

Gereja ini panjangnya 34 m dan lebarnya 19.50 m. Pada tahun 1954, Para Imam Putih (White Fathers): The Society of the Missionaries of Africa (White Fathers) was born in Algeria, founded in 1868   by Cardinal Charles Lavigerie, Archbishop of Algiers, berhasil merenovasi gereja ini  dan mengembalikan bentuk aslinya. Di bagian bawah gereja terdapat kapel untuk memperingati kelahiran Bunda Maria. Menurut sebuah kitab apokrip yang dikenal dengan nama Proto-Injil St. Yakobus, St. Perawan Maria konon dilahirkan di dekat Bait Suci di Yerusalem. Nah, tempat yang dimaksud merujuk ke tempat ini. Karena temapt ini juga dekat dengan Bait Suci.

Siapa St. Anna?


St.Anna dan St.Yoakim adalah orangtua Santa Perawan Maria. Mereka hidup rukun, taat beribadah kepada Tuhan dan melakukan banyak perbuatan baik. Namun demikian, ada satu hal yang membuat mereka sedih; Tuhan belum memberi mereka seorang anak pun.

Selama bertahun-tahun, Anna memohon kepada Tuhan untuk memberinya anak. Ia berjanji untuk mempersembahkan anaknya itu kelak kepada Tuhan. Ketika sudah lanjut umurnya, Tuhan menjawab doa Anna dengan cara yang amat luar biasa, yang bahkan tidak pernah terbayangkan olehnya.

Anak yang lahir bagi St. Yoakim dan St. Anna adalah Santa Perawan Maria Immaculata (=yang Dikandung Tanpa Dosa). Perempuan yang paling kudus di antara semua perempuan ini akan menjadi Bunda Allah. Anna merawat Maria kecil dengan penuh kasih sayang selama beberapa tahun. Kemudian dipersembahkannya puterinya itu kepada Tuhan, seperti yang telah dijanjikannya. Maria tinggal di Bait Allah di Yerusalem.
Yoakim dan Anna melanjutkan kehidupan mereka dengan berdoa hingga tiba saatnya Tuhan memanggil mereka pulang ke rumah Bapa di surga. Umat Kristiani senantiasa menghormati St.Anna secara istimewa. Banyak gereja indah dibangun untuk menghormatinya.



Menggali Spritualitas St. Anna dan St. Yoakim, Ibu dan Ayah Bunda Maria

Banyak ibu dan nenek dapat mengidentifikasi diri mereka dengan Santa Anna, ibunda St. Maria dan nenek dari Yesus. Menurut tradisi, istri dari Santo Yoakim ini, menjembatani Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Anna  berasal dari keluarga Daud dan hidup di Betlehem.

St Yoakim dalam bahasa Inggris ditulis Joachim, Ibrani : יְהוֹיָקִים Yəhôyāqîm, Yunani Ἰωακείμ Iōākeím, bermakna "dia yang telah mendirikan YHWH" atau diartikan “persiapan bagi sang Juruselamat” .  St Yoakim digambarkan sebagai seorang pria kaya dan saleh, yang secara teratur memberikan kepada orang miskin dan kepada  sinagoga  di Sepforis, adalah kota yang terletak di bagian tengah kawasan Galilea, sekitar 6 kilometer di sebelah utara Nazaret, di wilayah Israel modern.


Anna  adalah nama versi Yunani dan Latin  dari nama Ibrani חַנָּה (Channah) yang berarti "mendukung" atau "rahmat" atau “Berkat” .  St. Anna dalam bahasa Inggris di tulis Saint Anne (juga dikenal sebagai Ann atau Anna, dari bahasa Ibrani Hannah חַנָּה, yang berarti "mendukung" atau "kasih karunia/ rahmat"). Anna mandul sebelum diberitahukan oleh malaikat bahwa satu-satunya anak perempuan akan dilahirkan olehnya di usianya yang sudah tua. Anak itu harus dikuduskan bagi TUHAN, tinggal dalam kanisah, dan pada akhirnya akan membawa Putera Allah, sang Juruselamat – lewat rahimnya. Anna ( Arab : Hannah) juga dihormati di Islam , diakui sebagai seorang wanita yang sangat spiritual dan sebagai ibu dari Siti Mariam .

Kehidupan St. Anna saat muda tak jauh beda dengan gadis Israel dari kalanagn rakyat biasa pada masanya. Gaya hidup Anna mencakup juga kerja keras. Rumah keluarga mereka sederhana, dengan atap datar, dan batu karang dari bebukitan menjadi tembok belakang rumah mereka. Ia juga mempelajari Hukum (Taurat) dan kitab para nabi serta doa harian merupakan bagian dari tradisi keluarga mereka. Seperti banyak perempuan muda lainnya, Anna tentu mempunyai harapan untuk menikah, melahirkan anak, dan juga merindukan kedatangan Mesias yang akan menyelamatkan Israel.

Tradisi mengatakan bahwa orang tua dari Santa Perawan Maria, yang, tampaknya, pertama kali tinggal di Galilea, datang kemudian untuk menetap di Yerusalem. Imam menolak Yoakim dan pengorbanannya, karena istrinya mandul.   Keadaan tanpa anak pada zaman itu ditafsirkan sebagai tanda ketidaksenangan ilahi, taka da berkat Allah pada orang tersebut. Akibatnya Yoakim pergi ke padang pasir dan ia berpuasa dan melakukan silih selama empat puluh hari. Malaikat kemudian muncul untuk Yoakim dan Anna menjanjikan kepada mereka seorang anak.


Yoakim kemudian kembali ke Yerusalem dan memeluk Anna di pintu gerbang kota. Ada kepercayaan kuno bahwa seorang anak yang lahir dari seorang ibu tua yang telah memberikan harapan untuk memiliki keturunan ditakdirkan untuk hal-hal besar. Perbandingan ini  terjadi dalam Perjanjian Lama dalam kasus Hannah , ibu dari Samuel. Siklus legenda tentang Joachim dan Anne termasuk dalam Legenda Emas dan tetap populer di seni Kristen sampai Konsili Trente membatasi penggambaran peristiwa apokrif.

“Protoevangelium Yakobus,” (tulisan apokrif : meliputi sejumlah tambahan atas kitab-kitab pada Alkitab,    Protoevangelium menandakan periode sebelum yang dicakup dalam Injil) mencatat: Namun, ternyata pasangan itu akan lebih diberkati daripada Abraham dan Sarah, seperti yang diungkapkan Malaikat kepada Anna ketika dia menampakkan diri kepadanya dan menubuatkan bahwa semua generasi akan menghormati anak mereka: “Tuhan telah mendengar doamu , dan Engkau akan mengandung, dan akan melahirkan, dan anak yang dikandungmu itu akan dibicarakan di seluruh dunia.”

Dalam Protoevangelium digambarkan bagaimana orang tua Maria, bersama dengan para imam bait suci memutuskan bahwa dia akan dipersembahkan kepada Allah sebagai Perawan yang dikuduskan selama sisa hidupnya, dan memasuki pernikahan kudus dengan tukang kayu Yoseph.


Ada orang yang berpikir bahwa Maria dilahirkan di Yerusalem, tetapi tinggal di Nazaret juga. Mungkin saja Anna dan Yoakim mempunyai dua tempat tinggal. Sumber yang dapat dipercaya (Butler’s Lives of the Saints, Vol. III, hal. 205) memperkirakan bahwa Santa Anna mempersembahkan Maria dalam kanisah ketika masih kecil dan meninggalkannya di tempat itu untuk dididik. Seperti sekolah berasrama pada zaman sekarang.  Namun hal ini tidak berarti bahwa sang ibu tidak mendidik Maria di rumah pada waktu-waktu tertentu. Seturut adat-kebiasaan pada masa itu, Maria akan kembali ke rumahnya di Nazaret ketika dia mencapai usia siap-nikah, yaitu 14 tahun.

Santo Agustinus dari Hippo  menggambarkan kelahiran Santa Perawan Maria sebagai peristiwa penting kosmik dan bersejarah, dan pendahuluan yang tepat untuk kelahiran Yesus Kristus. “Dia adalah bunga dari ladang yang menumbuhkan bunga lili yang berharga di lembah itu,” katanya.

Ada kisah yang mengatakan bahwa Anna menjadi seorang janda tidak lama setelah kelahiran cucunya. Kita dapat membayangkan sukacita yang dialami Anna pada waktu “keluarga kudus” pulang ke Nazaret dari pengungsian di Mesir. Pikirannya juga tentunya dipenuhi dengan hal-hal indah berkaitan dengan cucunya ini. Walaupun kita tidak mengetahui kapan tepatnya Anna meninggal dunia.  Dalam lukisan  religius, ia digambarkan berbaring di tempat tidur kematiannya sambil dikelilingi oleh Maria, Yesus yang masih anak-anak, dan anggota keluarga yang lain.


Lukisan-lukisan dan patung-patung Santa Anna, dan gereja-gereja yang didedikasikan kepadanya dapat ditemukan di banyak tempat di seluruh dunia. Tradisi mengatakan bahwa selama hidupnya di dunia, Anna melayani orang sakit dan banyak terjadi mukjizat penyembuhan lewat doa syafaatnya. Doa dengan perantaraan St Anna banyak didaraskan orang,  khususnya di St. Anne De Beaupré dekat Quebec, Kanada, dan juga di gereja-gereja ritus Timur. Santa Ana adalah orang kudus pelindung para ibu rumah tangga.

Santa Anna juga memberikan sebuah “model” dari kehidupan sebagai janda yang kudus. Kematian seorang suami bukanlah akhir dari segalanya. Banyak perempuan yang keberadaannya sebagai janda justru melihat terbukanya pintu bagi berbagai karya pelayanan yang sebelumnya tertutup bagi mereka karena memang tidak ada waktu yang tersedia untuk itu.

Kenyataan bahwa Tuhan Yesus mempunyai seorang nenek dan kakek menggarisbawahi pentingnya aspek historis dalam agama Kristiani. Yesus adalah seorang pribadi yang memiliki suatu garis keturunan yang historis.


Dari kisah Santa Anna ini dan menjelang  tanggal  8 Desember peringatan Bunda Maria Dikandung Tak Bernoda (Maria Immaculata) sebagai anak dari Santa Yoakim dan Anna,   secara khusus kita berdoa memohon berkat Allah untuk semua orangtua agar mereka terbuka bagi rahmat Allah yang menganugrahkan  kehidupan keluarga yang benar di Mata-Nya. Dan juga memohon rahmat Allah agar memberikan kepada kita rahmat untuk mempersiapkan dan menjalankan  peranan apa pun yang Allah tentukan bagi kita masing-masing dalam hidup kita. Amin.

Sumber :
( https://id.wikipedia.org/wiki/
(Ch. Enung Martina: Teriring ucapan terima kasih tak terhingga kepada : Sr. Francesco Maryanti,OSU yang menjadi jalan semua ini teralami, Romo Hendra Suteja, SJ pembimbing rohani yang kepada beliau kebijaksanaan diberikan Tuhan, kepada Romo Sugeng yang mempunyai talenta untuk menghibur, kepada Mas Edi dan Mas Engki yang tak lelah melayani,  kepada seluruh tour guide, crew di bis, dan seluruh peserta ziarah dari Keluarga Besar Santa Ursula BSD.)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar