Kamis, 16 Juli 2015

Laporan Perjalanan 3: ROMA KOTA SENI


Saya tidak pernah bermimpi untuk berjalan jalan di kota yang penuh sejarah dan eksotis seperti  kota Roma. Setelah mengikuti audensi umum bersama Paus,  perjalanan kami lanjutkan untuk berkeliling seputar Kota Roma. Kami menikmati keindahannya dari bis yang membawa kami. Ada beberapa tempat yang kami singgahi meskipun, kami tidak bisa berlama-lama untuk menikmatinya karena alasan waktu. Benar kata orang bahwa Roma yang elok itu memerlukan waktu yang cukup untuk bisa menjelajahinya. Namun, meskipun kami melihatnya secara sekilas, kami tetap menikmati dan  mengenang keindahan kota kuno ini. Siapa tahu ke depan, saya mempunyai kesempatan untuk sekali mennjelejahinya.   

Roma memang menawan. Banyak bangunan indah yang menyimpan cerita tentang kisah-kisah masa lalu yang menyejarah. Beberapa tempat yang sempat kami lewati dan kunjungi meski sekilas adalah:
 

Basilika Santo Petrus
Tempat wisata di Roma Itali ini saya ceritakan pertama karena kegiatan ziarah kami dimulai dari temtat ini dengan mengikuti audensi umum bersama Paus. Bangunan ini mempunya keunikan karena ukuran yang maha besar  berada  tepat di jantung Kota Vatikan. Baik di dalam dan luar basilika, tempat ini  adalah ekspresi seni dan arsitektur Renaissance, yang menampilkan karya Michelangelo, Bernini, Raphael dan Bramante, yang membangun kembali basilika di situs pertama yang dipilih oleh Kaisar Konstantinus pada abad keempat. Kata Louis, tour guide local kami, Basilika ST Petrus  ini terbuka mulai pukul 07:00 sampai dengan pukul 7:00 dari bulan April sampai September, dan sampai pukul 06:00 di musim dingin.

Piazza Navona
Tempat ini tidak sempat kami kunjungi. Kami hanya melihat kemegahannya  dari balik jendela bis kami. Namun, Louis menjelaskan tempat ini kira-kira begini intinya:
Piazza Navona menggambarkan esensi dari Roma. Awalnya tempat ini merupakan arena pacuan kuda di zaman kuno,  maka bentuk oval   serta  air mancur Baroque itu adalah untuk simbol Romawi klasik. Ada tiga piazza, termasuk yang terkenal adalah Fontana dei Quatrro Fiumi yang dibuat pada abad ke-17 oleh Gian Lorenzo Bernini. Angka alegoris yang terdapat pada tempat ini adalah yang mewakili empat sungai besar  di Dunia, mulai dari  Danube, Sungai Gangga, Sungai Nil, dan Rio Plata. Semuanya   menghiasi dasar tempat ini  dengan  air mancur di atasnya dengan simbol  obelisk abad pertama. kolam air mancur ini sangat di gemari pengunjung, apalagi anak-anak yang suka percikan air di tangan mereka di dalam air. Tempat wisata di Roma Italia ini menjadi tempat favorit bagi pengunjung yang berwisata bersama keluarga dan anak-anak mereka. Tapi terlepas dari itu semua, ini adalah tempat umum tempat  keluarga Romawi berkumpul untuk menikmati kafe, toko-toko mainan, musisi jalanan. Khusus saat Natal tempat ini menjadi pasar terbuka buat umum. 

Di Piazza Navona, wisatawan bisa menikmati goresan tangan karya para pelukis jalanan. Dengan tarif tarif relatif murah, wisatawan bisa mendapatkan lukisan diri hanya dalam waktu 10 menit. Bangunan sejarah di Italia memang telah menjadi magnet bagi jutaan wisatawan. Selain itu, biasanya wisatawan menghabiskan waktu mereka, dan tidak pelak lagi mereka pun menguras koceknya berbelanja di toko dan butik di kawasan yang menawarkan produk dengan merek mendunia.


Colosseum


Colosseum mewakili semua yang sangat mengagumkan dan mengerikan tentang Romawi kuno. Bangunan ini  adalah karya arsitektur yang pernah digunakan  sebagai teater teror  pada masa kekaisaran Romawi. Forum Romawi merupakan  pusat kekuasaan dunia kuno Roma yang berdekatan dengan arena.
Colosseum atau juga disebut Flavian Amphitheatre merupakan monumen terpenting dari Roma kuno. Diresmikan pada tahun 80 masehi oleh Jenderal Titus dengan diringi sebuah festival selama 3 bulan. Sejumlah besar Gladiator dan 5000 binatang buas diadu. Amphitheatre besar ini biasa dipakai untuk pertunjukkan berdarah seperti pertarungan antar Gladiator serta perburuan binatang buas (venationes) sampai pada tahun 400 ketika Kekaisaran menghapuskan kegiatan ini. Terjadi beberapa kerusakan akibat gempa bumi pada pertengahan abad ke 5. Juga pernah digunakan sebagai benteng. Pada abad pertengahan Colosseum ini digunakan sebagai tempat pengambilan bahan baku material bagi pembangunan monumen-monumen serta gedung-gedung yang diperuntukkan bagi sejumlah Paus.
Colosseum sangat  Ramai dikunjungi pada musim panas seperti saat kami berkunjung. Berbagai bangsa dan warna kulit ada di sini. Colosseum saat ini yang masih dapat kita lihat hanyalah merupakan sisa dari sebuah kemegahan yang tak tertandingi. Menurut sumber yang terpercaya dimensi luarnya adalah sebagai berikut : sumbu utamanya 188 meter, sumbu kecilnya 156 meter, panjang kelilingnya 527 meter dan tingginya 57 meter. Bentuk gedung ini adalah elips, dengan empat tingkat. Bagian luarnya dilapisi dengan marmer. Ada empat pintu masuk utama ke dalam arena, dan pintu-pintu kecil lainnya yang memberi akses masuk ke tempat duduk penonton. Bagian dalamnya, dapat menampung 50.000 penonton yang tersusun di lantai yang tinggi dengan tiga tingkat susunan tempat duduk.
                Terdapat podium yang biasanya digunakan sebagai tempat duduk orang-orang terhormat seperti kaisar, senator, petugas pemerintahan dan lainnya. Tingkat pertama digunakan untuk para kesatria. Tingkat kedua digunakan untuk para warga negara biasa, sedangkan tingkat ketiga digunakan untuk masyarakat kelas bawah. Di arena (panggung tempat pementasan) -nya sendiri ( berukuran 76 x 46 meter ) masih dapat dilihat bagian lift tempat binatang buas dibawa ke atas dari gua bawah tanah tempat mereka dikurung sebelum pertunjukkan dimulai. Lift tersebut dioperasikan dengan tenaga manusia dengan jalan ditarik. Menurut cerita tradisi,  bahkan bagian arenanya pun dapat dibanjiri dengan air untuk pertunjukkan “perang laut” tiruan walaupun hal ini disanggah oleh para arkeolog.
                Kunjungan kami yang singkat di tempat ini mengingatkan saya akan saksi sejarah dari berbagai peristiwa hidup manusia pada masa tertentu. Kekejaman, kesakitan, penderitaan, air mata yang pada masa itu berhadapan dengan kuasa dunia yang tak seorang pun bisa menentangnya. Sementara cinta, perjuangan, kedamaian berbaur dengan ketakutan pada tirani yang berkuasa pada masanya. Namun, seperti tertulis dalam Al Kitab bahwa segalanya ada waktunya. Akhirnya kekejaman dan penderitaan pada masa gelap itu ujung-ujungnya  berlalu juga. Memang tak ada yang abadi dengan kuasa dunia.
                Sebetulnya ada begitu banyak objek wisata yang menawan di Roma ini yang tak sempat kami kunjungi  seperti : Museum Vatikan, Catacombs, Pantheon, Plasa de Italia, Monument Victor Emmanuel, Fontana del Trevi, dan Spanish Steps di Spanish Square. Sehari berkeliling di kota Roma rasanya belum cukup,  masih banyak tempat yang perlu dikunjungi dan ditelusuri. Siapa tahu  suatu saat nanti Tuhan membawa saya  ke sana lagi. Amin.
                Dari semua yang saya lihat dan saya kunjungi keindahan Roma memang tak bisa diuntai dalam beberapa lembar tulisan. Keindahannya hanya bisa kita nikmati. Pantaslah orang menyebut Roma sebagai kota seni. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar