Sabtu, 17 Januari 2009

DO ACTION

Carlos Castenada:
Orang pandai hidup dengan tindakan, bukan memikirkan tindakan.

Henry Ford:
Kita tidak bisa sukses kalau hanya memikirkan apa yang akan kita perbuat.

Kita mendapatkan energi dan antusias setelah memulai sesuatu. Energi merupakan hasil dari memulai. Rahasianya terletak dari MEMULAI.
Sampai kapan pun kita tak akan pernah siap kalau menunggu kesiapan.
Kita dimotivasi untuk melakukan sesuatu, bukan memikirkan sesuatu yang akan kita kerjakan. Tindakan mendatangkan semangat dan kesempatan.
Kerjakan sesuatu kalau tahu ada hasilnya.
Kalau perlu jangan umbar janji. Jangan buat banyak komitmen, apa yang kita katakan realisasikan.
Niscaya berkat tercurah atas kita. Dan jangan lupa berdoa juga kunci untuk penyempurna dari tindakan dan usaha kita.

Kamis, 15 Januari 2009

ARTI SEBUAH NAMA



Ada orang beranggapan bahwa nama itu tak ada artinya. Ya, hanya sebuah nama saja. Sementara sebagian orang berpendapat bahwa nama itu mempunyai makna. Bahkan budaya tertentu beranggapan bahwa nama itu sebuah doa. Karena itu mencari nama tidak sembarangan karena nama akan disandang seumur hidup, bahkan setelah mati pun nama masih dikenangkan.

Nama bisa didapatkan orang dengan bebeapa cara: dari buku, kata orang, terinspirasi dari nama seseorang, dari mimpi, melihat peristiwa/kejadian alam, dari film, pemberian sah ari keluarga(nama marga), melalui ritual tertentu (baptis, krisma, inisiasi, dll)

Nama saya  sendiri yang lengkap, tetapi tak dicantumkan dalam akte kelahiran atau ijasah adalah: Ignatia Christina Enung Martina.
Ignatia: nama penguatan/sakramen krisma. Mengambil semangat Santa Ignatia dan Santo Ignatius dari Loyola (pendiri Serikat Yesus)
Christina: Nama baptis, mengambil teladan Santa Christina
Enung: Pemberian orang tua. Dalam bahasa Sunda artinya panggilan sayang.
Martina : nama pemberian dari seorang pastor Belanda dengan ordo Salib Suci, yang namanya Pastor Matias Kuppen, OSC. kalau saya tidak salah eja. Beliau bertugas di kampung halaman saya kala itu. Kapung itu bernama Dusun Susuru, Desa Kertayasa (sekarang Kertajaya karena ada pemekaran desa), Kecamatan Panawanan, Ciamis, Jawa barat.

Jadi bagiku, nama ada maknanya dan sejarahnya.

Nama dapat dianalisis dari beberapa sudut pandang. Dari segi linguistik, nama adalah rangkaian bunyi atau kata yang berfungsi sebagai penanda identitas. Dari sisi sosial-budaya, nama menjadi representasi nilai, tradisi, dan warisan keluarga; misalnya nama dengan unsur religi mencerminkan keyakinan, sedangkan nama dengan unsur lokal menunjukkan kebanggaan terhadap budaya asal. Dari aspek psikologis, nama dapat memengaruhi pembentukan kepribadian seseorang, karena panggilan yang melekat padanya memberi sugesti dan membentuk citra diri. Selain itu, dari perspektif spiritual, banyak orang meyakini bahwa nama adalah doa dan pesan profetik, sehingga penyebutannya bukan hanya formalitas, melainkan juga pemanggilan makna hidup seseorang.

Sebuah nama bukan hanya sekadar panggilan, melainkan juga doa, harapan, dan identitas yang melekat sepanjang hidup seseorang. Nama mengandung makna yang mendalam, sering kali dipilih dengan penuh pertimbangan oleh orang tua agar anaknya tumbuh sesuai dengan nilai atau kebajikan yang terkandung di dalamnya. Dalam budaya tertentu, nama dianggap membawa kekuatan rohani atau keberuntungan, sementara di sisi lain, ia menjadi pengingat akan asal-usul dan jati diri seseorang. Karena itu, menghargai sebuah nama sama artinya dengan menghormati pribadi dan sejarah yang dibawanya.

Sebuah nama bukan sekadar rangkaian huruf yang disematkan pada seseorang. Nama sering lahir dari harapan, doa, dan cerita orang tua, bahkan kadang dari pengalaman batin yang mendalam. Di dalamnya tersimpan makna tentang jati diri, arah hidup, dan nilai-nilai yang ingin diwariskan. Nama menjadi penanda awal seseorang dikenal, dipanggil, dan diakui keberadaannya di tengah keluarga serta masyarakat.

Seiring waktu, makna sebuah nama juga dibentuk oleh perjalanan hidup pemiliknya. Sikap, pilihan, dan karya seseorang memberi warna baru pada nama yang ia sandang. Karena itu, nama bukan hanya sesuatu yang diterima, tetapi juga sesuatu yang dihidupi. Ketika seseorang bertumbuh dengan integritas dan kasih, namanya pun menjadi cermin kebaikan dan kehadiran yang bermakna bagi orang lain. 



Selasa, 13 Januari 2009

Living Out Your Dreams

Catatan sesudah membaca buku dengan judul di atas:

Terkadang bagian yang berat saat pertumbuhan adalah saat kita harus bertahan saat menghadapi kejutan-kejutan istimewa. Seringkali kejutan-kejutan ini diiringi dengan jalan-jalan yang berliku dan asing, menyebrangi belantara serta padang pasir, jauh dari yang kita bayangkan.
Tumbuh berarti masa-masa meregang, penuh rasa sakit, membingungkan, dan seringkali mengecewakan. Namun, Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi DIA, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai rencana Allah.

PEPERNIAN

Pulunganeun
Isa Al Masih ngwulangkeun yen ukuran kahadean anu ditangtoskeun ku Allah, ajena langkung mulya tibatan ukuran pangersa manusa keur dirina sorangan.

Yeremia 29:13
Kami henteu samar kana sagala pikersaeun ka maraneh. Nyaeta seja nyenangkeun, lain rek nyilakakeun. Seja mere pijamugaeun ka hareup.

KUTIPAN ZABUR DAUD

HIJI DOA TINA KITAB JABUR DAUD
(Mazmur: 139:1-4)

Nun, Pangeran, Gusti parantos nguji diri abdi sareng uninga ka abdi.
Gusti uninga kana sagala rupi anu dilampahkeun ku abdi
ti nu tebih Gusti waspada kana pikiran abdi
Boh abdi keur digawe, boh keur reureuh, ku Gusti abdi katingali, sagala tingkah polah abdi kauninga.
Malah Gusti uninga kana pisanggemeun abdi memeh ku abdi dikedalkeun.
Di mana-mana di sakurilingeun abdi, Gusti aya, kakawasaan Gusti ngaraksa.
Kauninga Gusti perkawis abdi pohara jerona, henteu kahontal ku akal.
Ka mana abdi tiasa indit nyingkiran Gusti?
Ka mana abdi tiasa ngejat ti hadirat Gusti?
Ngungsi ka langit Gusti aya di dinya
Hiber ka beh ditueun wetan atanapi matuh di peuntas pangjauhna di kulon,
Gusti aya di dinya baris nungtun abdi,
Gusti aya di dinya baris nulungan abdi
Upami abdi menta kapoek sina moekan, atanapi menta kacaang sina jadi caang,
Poek oge keur Gusti mah henteu poek
wengi oge sami caang sapertos siang
Poek sareng caang keur Gusti mah sami wae
Gusti anu nyipta saban babagian raga abdi
Gusti anu merenahkeun, anu ngawangunna dina kandungan pun biang
Abdi muji sukur ka Gusti, Gusti estu luar biasa sugri damel
Gusti ajaib, pihelokkeun: eta abdi terang pisan

Minggu, 11 Januari 2009

BANYU....

Catatan dari Ceramah Mr. Masaru Emoto

Kita hidup di planet yang sangat menakjubkan. Banyak hal yang kita tahu, tetapi banyak juga yang kita tidak tahu. Kita hidup bersama dengan orang lain dan juga alam semesta yang menjadi bagian dari kehidupan kita. Sebagian kecil sudah kita ungkap rahasianya, tetapi sebagian yang besarnya masih menjadi rahasia yang perlu kita kuak misteri keagungannya. Dengan sedikit menguak bagian kecil saja dari rahasia itu, kita sudah merasakan betapa ada kuasa yang dahsyat yang megnuasai itu semua. Betapa ada suatu yang mengatur untuk segala hal yang teratur. Betapa keteraturan ada pada setiap partikel kehidupan ini. Sang Pencipta yang mencipta, mengatur, menjaga, dan melindungi semuanya. Terkadang kita tak menyadari akan hal itu semua karena segalanya seolah terlalu biasa. Seolah sudah ada dan memang seharusnya begitu. Pernahkah kita sejenak merenungkannya?
Bila kita menghargai hal yang kita anggap biasa, padahal luar biasa itu, betapa hidup kita akan penuh dengan berkat dan kebahagiaan. Kita akan merasakan betapa ada kekuatan cinta yang tak terbatas yang melingkupi rahasia semesta ini. Bagaimana kita bisa sedikit memberikan penghargaan kepada semesta dan terlebih pada Sang Penciptanya? Ada banyak cara, salah satunya dengan mengagumi, meneliti, memanfaatkan denan benar, memelihara, dan melestarikan, melindungi, menghargai, … ciptaan. Dengan menghargai ciptaan kita dibawa untuk menuju kepada penghargaan Sang Penciptanya. Salah satu ciptaan itu adaah AIR.

Minggu, 04 Januari 2009

YOGYAKARTA

Yogya aku datang. Hari ini Minggu, 28 Desember 2008. Aku kembali sesudah sekian lama kau tak kusua. Sekarang kau jauh berubah. Wajahmu berdandan cantik, berhias bagai gadis modern. Kau tahu, aku rindu JOGYA yang dulu. Yogya yang lugu, penuh kekeluargaan. Yogya tempat aku menemukan jati diriku. Tempat aku menemukan bahwa kenyataan hidup itu tak selalu mulus. Tak selalu indah.

Aku rindu Si Mbah penjal gudeg yang kebeli setiap Minggu pagi. Aku rindu Pringgodani tempat aku mondok. Dengan kursi bambu di terasnya, kau terukir dalam kenanganku. Aku rindu tempe bacem yang manis legit di lidah.

Aku rindu masa laluku yang penuh dengan kenangan manis. Malam-malam yang dilewati berdua dengan sang pacar. Dalam becak yang sempit duduk saling menghimpit. Merindukan saat-saat mencuri ciuman di antara remang dan rimbunnya pohon di tepi jalan.

Ah... Jogyaku, aku berubah, kau berubah. Kita semua berubah. Namun, meski kita berubah, pada hakekatnya kita tetap diri kita yang dulu, yang selalu mencari dan terus mencari makna hidup. Kita tak pernah terpuaskan.