Rabu, 06 Juli 2016

Liburan 2: Pusat Kerajinan Rumah Kayu Desa Woloan


Sebelum kami meninggalkan Tomohon, kami mampir dulu ke Desa Woloan Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Desa ini dikenal sebagai pusat kerajinan rumah kayu. Desa ini sudah sangat terkenal di Nusantara dan Mancanegara karena rumah kayunya. Pengrajin di Desa Woloan telah menerima pesanan dari berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta dan Bali dan beberapa Negara di Eropa, seperti Belanda dan Perancis.

Warga desa  Woloan memilih profesi ini karena keuntungan yang didapat relatif besar. Selain  itu, pekerjaan ini merupakan pekerjaan turunan dari pendahulu-pendahulu mereka  yang memang telah dikenal handal dalam ranah kerajinan rumah kayu khas Minahasa  ini.

Terkenalnya rumah kayu tersebut di kancah dunia internasional tidak luput karena memang kerajinan tersebut unggul, baik dari segi kualitas dan nilai jual. Beberapa rumah kayu tersebut selain digunakan untuk rumah pribadi, juga difungsikan untuk cottage atau bungalow bagi para pengusaha wisata.

Desa Woloan memiliki kisah sejarah yang panjang. Desa yang telah berusia  lebih dari 150 tahun ini ada sejak tahun 1845. Konon, desa ini didirikan oleh  lima orang pemuka desa. Di antara kelimanya, disebut nama Walian Pontoh sebagai  hukum tua atau kepala desa yang pertama kali. Selain selaku pemimpin desa, ia juga  ahli pengobatan bagi masyarakat desa. Terkait dengan itu, nama Woloan berasal dari Walian.  Walian ialah  gelar adat yang dilekatkan kepada seseorang di dalam sebuah kelompok masyarakat  tertentu di Minahasa karena dianggap memiliki keistimewaan tertentu sehingga  ia pantas menjadi orang nomor satu di desanya.

Menurut Om Boy, pemandu kami, untuk bahan baku kayu sebagian besar didatangkan dari Palu, Sulawesi Tengah. Namun ada juga yang didatangkan dari Sulawesi Tenggara. Jenis kayu untuk pembuatan rumah kayu tersebut yaitu kayu cempaka dan meranti. Kayu cempaka mempunyai ciri khas berserat lurus, liat, tidak mudah patah, dan memiliki tekstur yang halus, begitu juga dengan kayu meranti.

Rumah kayu hasil produksi para pengrajin di Desa Woloan ini terkenal keunikannya. Salah satu keunikannya adalah  kayu tersebut dapat dibongkar pasang, seperti rumah joglo (Rumah Adat Jawa). Meski rumah kayu sangat sedikit menggunakan hiasan seni ukir dalam desainnya, tetapi memiliki desain arsitektur khas Minahasa. Para pembeli. tidak perlu khawatir untuk pengiriman dan perakitan rumah karena rumah kayu yang diinginkan akan dikirim ke alamat pemesan beserta tukang pasangnya. (Ch. Enung Martina)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar