Sabtu, 19 Januari 2019

Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran



Tanggal 25 Desember 2018, kami sekeluarga menikmati perjalanan ke Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, demikian nama lengkapnya. Sering disebut dengan Gereja Ganjuran. Gereja Ganjuran terletak di Ganjuran, Bambanglipuro, Bantul, 17 kilometer di sebelah selatan kota Yogyakarta. Gereja ini dibangun di tanah seluas 2,5 hektar, termasuk tempat parkir, candi, gereja, pastoran, dan beberapa bangunan lain. Gedung gereja dibuat dengan gaya joglo dan dihiasi dengan ukiran gaya Jawa yang menutupi 600 meter per segi. Ini termasuk ukiran nanas dari kayu serta ukiran berbentuk jajar genjang yang disebut wajikan. Altarnya dihiasi dengan malaikat yang berbusana tokoh wayang.Karena gaya arsitektur ini, ilmuwan Belanda M. C. Ricklefs menyatakan bahwa gereja di Ganjuran  merupakan manifestasi penyesuaian gereja Katolik di Jawa yang paling menonjol. Ilmuwan Jan S. Aritonang dan Karel A. Steenbrink menyatakan bahwa gereja ini merupakan "produk paling spektakular  dari kesenian pribumi yang dibantu orang Eropa

Berdasarkan hasil penelusuran dari berbagai sumber,  Gereja Ganjuran  mulai dibangun pada tahun 1924 atas prakarsa dua bersaudara keturunan Belanda, Joseph Smutzer dan Julius Smutzer. Gereja ini merupakan salah satu bangunan yang didirikan sejak dua bersaudara itu mulai mengelola Pabrik Gula Gondang Lipuro di daerah tersebut pada tahun 1912. Bangunan lain yang didirikan adalah 12 sekolah dan sebuah klinik yang menjadi cikal bakal Rumah Sakit Panti Rapih.

Pembangunan gereja yang dirancang oleh arsitek Belanda J Yh van Oyen ini adalah salah satu bentuk semangat sosial gereja (Rerum Navarum) yang dimiliki Smutzer bersaudara, yaitu semangat mencintai sesama, khususnya kesejahteraan masyarakat setempat yang kebanyakan menjadi karyawan di Pabrik Gula Gondang Lipuro yang mencapai masa keemasan pada tahun 1918 - 1930.

Dalam perkembangannya, kompleks gereja ini disempurnakan dengan pembangunan candi yang dinamai Candi Hati Kudus Yesus pada tahun 1927. Candi dengan teras berhias relief bunga teratai dan patung Kristus dengan pakaian Jawa itu kemudian menjadi pilihan lain tempat melaksanakan misa dan ziarah, selain di dalam gereja, yang menawarkan kedekatan dengan budaya Jawa.

Ketika saya memandang keliling dari komplek gereja Ganjuran, saya menyadari bahwa bangunan ini dirancang dengan perpaduan gaya Eropa, Hindu, dan Jawa. Gaya Eropa dapat ditemui pada bentuk bangunan berupa salib bila dilihat dari udara, sementara gaya Jawa bisa dilihat pada atap yang berbentuk tajug, bisa digunakan sebagai atap tempat ibadah. Rupanya atap itu disokong oleh empat tiang kayu jati, melambangkan empat penulis Injil, yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.

Nuansa Jawa juga terlihat pada altar, sancristi (tempat menyimpan peralatan misa), doopvont (wadah air untuk baptis) dan chatevummenen (tempat katekis). Patung Yesus dan Bunda Maria yang tengah menggendong putranya juga digambarkan tengah memakai pakaian Jawa. Demikian pula relief-relief pada tiap pemberhentian jalan salib, Yesus digambarkan memiliki rambut mirip seorang pendeta Hindu.

Kami menginap di ganjuran In, 200 meter dari Gereja Ganjuran. Pemandang sawah yang hijau dan pohon yang dibentuk cemara menyambut kami begitu memasuki Desa Ganjuran, tempat gereja ini berdiri. Mengunjungi gereja ini, kita akan merasakan suasana pedesaan Jawa pada umumnya.

Rupanya ada kisah tersendiri di balik kata Ganjuran. Dari sumber yang saya baca, perubahan nama menjadi Ganjuran sendiri berkaitan dengan kisah percintaan Ki Ageng Mangir dan Rara Pembayun yang diasingkan oleh Mataram. Kisah cinta dua orang tersebut yang kemudian mengilhami penciptaan tembang Kala Ganjur, berarti tali pengikat dasar manusia dalam mengarungi kehidupan bersama dengan dasar cinta. Nah, dari nama tembang tersebutlah desa yang dulu bernama Lipuro itu berubah menjadi Ganjuran.

Sebetulnya yang sangat berniat ke Ganjuran itu adalah Metta, anak saya yang pertama. Dia lupa lagi gereja itu seperti apa. Kami pernah mengunjungi gereja ini saat dia masih kelas V SD. Dia sangat penasaran dengan berbagai cerita tentang keunikan gereja tersebut. Maka jadilah kami berada di tempat ini.

Yang menjadikan gereja ini berbeda dengan bangunan gereja pada umumnya adalah keberadaan bangunan candi. Candi tersebut bernama Candi Hati Kudus Yesus. Candi yang diangun pada tahun 1927 ini sebagai perwujudan rasa syukur Schmutzer bersaudara atas keberhasilan mengelola pabrik gula. Seperti candi-candi pada umumnya, candi ini juga berhiaskan relief bunga teratai dan memiliki relung. Jika di relung candi terdapat patung budha atau arca lingga yoni, maka di relung Candi Hati Kudus Yesus terdapat patung Yesus mengenakan pakaian adat Jawa, dengan rambut menyerupai pendeta Hindu, dan sebuah mahkota di kepalanya.

Pelataran depan candi merupakan tempat favorit untuk berdoa. Di bawah naungan pucuk-pucuk pinus, kita bisa berkontemplasi di atas kursi kecil sambil menatap Yesus Sang Raja di hadapan kita. Halaman yang luas ini juga menjadi lokasi misa bulanan dan Prosesi Agung Sakramen Maha Kudus. Mengikuti misa malam hari di tempat terbuka beratapkan langit dan diiringi dengan alunan gamelan akan menjadi pengalaman spiritual yang baru dan tak kan pernah terlupakan.

Di kompleks Gereja Ganjuran pengunjung juga bisa melakukan prosesi jalan salib. Pada masing-masing stasi atau pemberhentian terdapat relief yang lekat dengan tradisi Jawa. Biasanya jalan salib akan diakhiri dengan berdoa di depan candi. Seusai berdoa, kita bisa mengambil air suci Tirta Perwitasari yang dialirkan melalui kran-kran di samping kiri candi. Beberapa peziarah kerap mengambil air suci dan memasukkannya ke dalam botol atau jerigen kecil kemudian membawanya pulang.

Meskipun merupakan tempat peribadatan umat Katholik, Gereja Ganjuran biasa dikunjungi oleh siapa pun. Para pengunjung bisa datang ke gereja ini sewaktu-waktu baik untuk beribadah maupun melakukan kontemplasi. Namun, pengunjung  wajib mematuhi berbagai peraturan yang berlaku untuk men jaga ketertiban. Saat tanggal 25 Desember 2018 sore, kami berkunjung ke sana, tampak beberapa pengunjung asyik berdoa. Bahkan, ada 2 orang turis asing (sepertinya India atau Pakistan)  yang juga datang berkunjung.
Gereja Ganjuran memang tempat yang teduh dan menenangkan, baik bagi tubuh maupun bagi jiwa. Deretan pepohonan yang berdiri rimbun di halaman gereja menjadikan suasana begitu sejuk dan teduh. Bangunannya yang berbentuk pendopo terbuka dengan pilar-pilar berwarna hijau dan altar dengan nuansa Jawa yang kental menjadikan tempat ini begitu menyatu dengan sekitar. Di tempat ini kita akan merasakan suasana gereja yang begitu melebur dengan sekitar, gereja yang tanpa sekat dan tanpa batasan. Konsep pendopo terbuka ini menegaskan bahwa gereja siap menyambut siapa pun yang datang dengan tangan terbuka, tak peduli suku  atau kebangsaanmu, tak peduli derajat sosialmu, tak peduli agamamu.

Bagi yang bepergian kea rah Yogyakarta, jangan lupa sempatkan mampir ke Gereja Ganjuran untuk menikmati suasana magisnya. Betapa saya bersyukur karena Gereja Katolik begitu kaya. (Ch. Enung Martina)


Minggu, 13 Januari 2019

Wisata Rohani: KATEDRAL SEMARANG




“EGO QUASI ROSA PLANTATA SUPER RIVOS AQUARUM FRUCTIFICAVI” demikian tulisan yang tertera di atas altar Katedral Semarang. Penjelasan di situs historiadomus.multiply.com menyebutkan kalimat bahasa latin tersebut dicuplik dari Yesaya 35:2 yang berbunyi, “Seperti bunga mawar Ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai.”
Sejarah Pembentukan
Konon, bangunan ini dirancang oleh J.Th.Van Oyen yang bekerja sama dengan Konstruktor Kleiverde.  Bangunan awal Katedral ini sebelumnya merupakan “Dienst voor Volkgezondheid “ (kantor Dinas Kesehatan Belanda ) yang pada tanggal 26 Januari 1927 area tersebut dibeli oleh pengurus Gereja untuk digunakan sebagai lokasi gereja stasi ketiga. Setelah direnovasi pada tanggal 9 Oktober 1927, bangunan gereja ini diberkati oleh Mgr. Antonius van Velsen, Vicaris Apostolic Batavia.
Tahun 1937 diadakan pemugaran dan perluasan Katedral, seperti tertulis pada Surat Uskup Batavia tanggal 20 Desember 1937 kepada Pater P.C. yang menjabat sementara sebagai Kerk-en Armbestuur. Pada tanggal 9 Agustus 1940 Jawa Tengah diresmikan sebagai vikarist apostolik dibawah pimpinan Mgr.A.Soegijopranoto,S.J. selaku uskup agung pertama di Indonesia. Gereja St Perawan Maria Ratu Rosario Suci diangkat sebagai Katedral.
Uskup kala itu adalah Mgr. J. Groff. Dia adalah misionaris Suriname yang tinggal di Batavia, yang pada tanggal 20 Desember 1843 ditetapkan oleh Tahta Suci sebagai Vicaris Apostolic yang memiliki tiga paroki besar, yakni Batavia, Semarang, dan Surabaya. Paroki Semarang sendiri memiliki tiga stasi, yakni stasi Candi (1925), stasi Bangkong (1932), dan Randusari (1927). Setelah direnovasi pada tanggal 9 Oktober 1927, gedung Gereja Randusari diberkati oleh Mgr. Antonius van Velsen, Vicaris Apostolic Batavia kala itu. Dengan didirikannya bangunan ini, dimulailah peziarahan iman di Stasi Randusari.
Pada saat itu, perkembangan Stasi Randusari cukup signifikan. Hal tersebut tampak dari meningkatnya jumlah baptisan dari tahun 1928-1930. Hingga akhirnya, berkembanglah stasi Randusari menjadi sebuah paroki. Hal ini berarti Stasi Randusari telah melepaskan diri dari induknya (Batavia) dan kemudian pada tahun 1930, stasi ini ditetapkan menjadi sebuah paroki.
Seiring berjalannya waktu, pada tanggal 9 Agustus 1940, Jawa Tengah diresmikan sebagai Vikariat Apostolik.  Kala itu Mgr. Albertus Soegijopranoto, S.J. adalah Vikarisnya. Dia adalah Uskup Agung pribumi pertama di Indonesia. Sejak saat itu, Gereja Randusari ditetapkan sebagai Katedral. Sekedar pengetahuan: Vikariat Apostolik adalah suatu wilayah misi dalam Gereja Katolik Roma, yang belum memiliki keuskupan. Sedangkan Vikaris adalah seseorang yang memiliki otoritas untuk memimpin wilayah yang belum memiliki keuskupan tersebut.

Pesona Arsitektur Bangunan Katedral
Komplek katedral termasuk katedral inti, ruang pertemuan, dan sekolah . Pada tahun 2012 sebuah kediaman resmi dan kantor untuk uskup dibangun. Kantor Uskup berisi sebuah kapel, arsip, sekretariat, taman, dan ruang pertemuan umum, serta enam kamar ruang perumahan.
Katedral di kota semarang ini bentuknya unik sekali dan suasan di dalamnya syahdu. Kita akan menjumpai bangunan dengan bentuk setangkup, berfasad tunggal, yang secara keseluruhan berorientasi arsitektur barat. Bangunan katedral Semarang memang tak se-gothik Katedral Bogor, Jakarta, maupun Bandung. Namun, tetap menarik karena lebih membaur dengan arsitektur di kawasan sekitarnya.

Masuk ke katedral ini, tampak bangunan dengan plafon yang tinggi sehingga udara terasa sejuk. Dengan desain arsitektur dan kaca-kaca patri tinggi penuh dengan gambar santo-santa, Gereja ini terlihat sangat indah dan sakral.

Konstruksi atap adalah limasan mejemuk, yang ditutup dengan genteng. Pada puncak limasan terdapat menara yang dilapisi dengan pelat logam. Terdapat penebalan pada dinding dan membentuk parapet. Teritisan cukup lebar. Serambi terdapat pada bagian setiap entrance. Serambi ini dinaungi oleh atap yang menyatu dengan bangunan utama.

Di puncak atap terdapat menara lonceng berlapis logam. Lonceng tersebut akan dibunyikan pada jam-jam tertentu sebagai peringatan bagi umat Katolik untuk mulai kebaktian. Seperti pada Malam Natal, lonceng dibunyikan dalam waktu yang lama saat Lagu Kemuliakan dinyanyikan.

Saat kita  memasuki pelataran gereja, kita akan menemukan tiga pintu masuk yang ada di sisi barat, selatan, dan utara. Tampak pintu kayu berdaun ganda yang dilengkapi panel kayu tebal. Sebelum melewati pintu berdaun ganda tersebut, dari luar kita akan melihat kursi umat yang tersususun memanjang ke belakang, tanpa ada pilar  di tengahnya. Menurut istilah arsitektur, rancangan ini merupakan rancangan bebas kolom.

Seperti gereja pada umumnya bersalib, Gereja Katedral pun demikian. Pada malam hari, keanggunan Gereja Katedral semakin terpancar, saat warna cahaya merah salib itu menyala. Katedral Semarang yang menghadap ke barat itu anggun dan memancarkan wibawa di tengah hiruk pikuknya Kota Lumpia.

Di Bawah Perlindungan Bunda

Bila anda memasuki pelataran Katedral dan berdiri di depan gedung gereja, kita akan melihat tulisan di atas teras pintu masuk dalam bahasa Latin SUB TUTELA MATRIS. Arti tulisan tersebut adalah Di Bawah Perlindungan Bunda. Kalimat tersebut melambangkan penyerahan diri umat paroki kepada Bunda Maria sebagai pelindung Gereja. Sub Tutela Matris merupakan ungkapan devosional yang amat tinggi dengan nuansa spiritualitas yang amat dalam kepada Bunda Maria. Ungkapan ini ,merupakan kesimpulan pergulatan rohani seorang bderiman akan  Bunda Maria.


Tempat Strategis

Katedral ini, tempatnya  sangat strategis karena berada di tengah Kota Semarang yang juga berhadapan dengan Gedung Lawang Sewu, salah satu situs bersejarah di Semarang. Sebenarnya, Gereja Katedral yang berlokasi di Jalan Dr. Soetomo Semarang. Namun secara administratif, Gereja ini beralamatkan di Jalan Pandanaran No. 9, Semarang.

Banyak destinasi wisata kota di sekitar Katedral ini. Demikian pula penginapan dan hotel bertebaran di sekitarnya. Kendaraan umum untuk menuju ke lokasi ini juga sangat mudah. Apa lagi setelah kendaraan berbasis online ada, semakin memudahkan menuju ke destinasi di sekitar Semarang Kota.  Selamat Natal 2018 yang sudah berlalu, dan selamat menyongsong tahun 2019. Kiranya dengan mengenal wisata rohani Kristiani, kita semakin berhikmat. (Ch. Enung Martina, Randusari 25 Desember 2018)


Senin, 31 Desember 2018

PUISI UNTUK GADIS PEJUANG



Untuk Cicilia Metta Asriniarti (gadispayungkuning): Selamat Ulang Tahun!

Roda Bahagia

Yang kau cari adalah seiris bahagia
pada kata yang diucapkan beribu tahun silam
pada nama kelana yang menyebut dirinya filsuf
pada ide-ide usang yang ada sejak semula
karena kamu tahu bahwa tak ada yang baru di muka bumi ini

Ternyata kamu menemukan bahagiamu
pada tetesan air hujan di jendela KRL
pada pusingan roda gojek yang kaunaiki
pada paket salad yang kau beli di Statsiun Manggarai

Kamu menikmati kantukmu di antara para perempuan lain
di gerbong yang sama yang membawamu di statsiun berikut
bersama hembusan angin pengap Jakarta
kau hirup juga asa masa depan yang penuh misteri
karena kamu yakin rancangan-Nya ada di sana

Meski kamu merasa lelah, kau tepiskan juga
kembali kamu telusuri kata-kata yang sukar dicerna
tesis, sinopsis, analisis semua kalis
kamu kunyah dan lepehkan lagi lalu kamu telan bulat-bulat disela teh hijau yang kaureguk

Akhirnya, sebuah simpulan muncul di benakmu
sebenarnya bahagia itu bukan untuk nanti
roda bahagia itu terus berputar sekarang dan di sini
di antara kata-kata yang kaubaca dan kautulis
dan kata-kata manis merayu yang kauucapkan untuk para klienmu.

(Ch. Enung Martina: Lempong Tajug – Ciamis, 29 Desember 2018)


Jumat, 14 Desember 2018

Cerna Dulu Sebelum Bertindak



Hikmat Salomo (Nabi Sulaeman) sudah mengingatkan sejak ribuan tahun yang lalu akan hal ini. "Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan." (Amsal 21:5).

Orang yang tergesa-gesa dalam mengambil keputusan atau melakukan sesuatu tidak akan pernah memperoleh hasil baik, melainkan hanya akan mengalami kerugian. Seperti itulah orang-orang yang tidak memperhatikan pentingnya perhitungan yang matang sebelum melangkah. Kerugian dialami oleh diri sendiri sekaligus orang lain yang terkena dampaknya.

Saya pun terkadang melakukan hal serupa.  Ketika kita bertindak  cenderung tergesa-gesa, bertindak serampangan tanpa kecermatan, tanpa pertimbangan akibatnya kerugianlah yang datang sebagai hasilnya. Untuk menutupi kerugian yang timbul bisa jadi jauh lebih mahal ketimbang apabila itu dikerjakan sejak awal dengan pertimbangan matang dan cermat. Bahkan tidak menutup kemungkinan pula bahwa konsekuensinya akhirnya harus ditanggung sepanjang sisa hidup dan tidak bisa lagi diperbaiki.

Salah satu contohnya  berkaitan dengan perilaku kita bermedia di media sosial. Kita bermediaa dengan. Kita dengan bebas berkomentar dan menyalin serta membagikan konten tertentu yang ternyata itu hoaks belaka.  Kita tak melihat apa akibat dari semua yang kita lakukan. Kita membuat sampah dan bahkan membuat racun. Kita menerima berbagai konten yang tanpa bijak kita baca. Tanpa dicerna dengan bijak maka kita bertindak untuk membagi atau berkomentar. Begitu ada dampaknya langsung atau tak langsung baru kita ‘nyaho’ ternyata saya ikut andil pada itu hal negatif itu.

Ada begitu banyak korban yang disebabkan karena cyber bullying. Ada banyak orang melakukan bullying pada sesamanya melalui media. Ada banyak orang menggunakan media untuk menyerang orang lain. Ada banyak orang melakukan itu dengan tujuan iseng, bercanda, kesenangan, atau memang unuk menjatuhkan, atau mengambil keuntungan.

Saya dan semua orang mempunyai pilihan untuk mencerna segala sesuatu sebelum kita bertindak. Di saat kecerobohan menjadi bagian hidup manusia, kita selalu diingatkan agar berhati-hati dan menghindari kecerobohan sebisa mungkin. Bukan saja keteledoran atau kecerobohan itu merugikan dalam hidup kita saat ini,  tetapi bagi Tuhan sekalipun, kecerobohan merupakan sesuatu yang harus dipandang serius bahkan bukan sesuatu yang bisa ditolerir.

Hindarilah bertindak ceroboh dan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Pikirkan dulu baik-baik dan dengarlah dahulu baik-baik apa kata Tuhan tentang rencana yang ingin kita ambil. Mendengarkan suara Tuhan itu bagaimana?

1.     Berdoa dan bermeditasi. Tanya dalam doa atau meditasi tentang hal yang akan diputuskan. Jawaban ada yang muncul seketika, tetapi bisa jadi jawaban muncul dalam bentuk lain dan waktu lain. Misalnya tiba-tiba mendapat bacaan tentang hal serupa atau mendengar tentang hal senada dari tv,orang ngobrol, radio, yutube dll.

2.     Bertanya pada orang lain yang dianggap bisa kita ajak bicara dan dapat dipercaya. Mintalah pertimbangan dari orang yang bijak dan dapat dipercaya.

3.     Tunggu waktu sebelum bertindak. Jangan-jangan ada perubahan atau ada susulan lain yang menihilkan, menguatkan, agtau memperburuk. Ambil waktu untuk menimbang, memilih, dan memutuskan yang bijak dilihat dari berbagai sudut pandang.

4.     Berpeganglah pada prinsip menang-menang. Segala keputusan selalu bertolak untuk memang-menang. Tak ada satu pihak pun yang kalah. Berusahalah mencari cara agar prinsif pro kehidupan, keadailan, kedamaian, dan kebenaran universal ditegakkan.

 Dengan hikmat yang dimilikinya Salomo selanjutnya mengingatkan "Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah." (Amsal 19:2).

Ini juga mengingatkan diri saya: Jangan jadi orang yang ceroboh, tetapi jadilah orang bijak yang akan selalu berpikir matang dan berhati-hati dalam melangkah, sekaligus menghindari dirinya dari segala sesuatu yang jahat. Kecerobohan atau keteledoran adalah sesuatu yang tidak boleh kita pandang enteng karena bisa ada banyak masalah yang bisa timbul berawal dari sana.

Tuhan juga memandang serius mengenai kecerobohan ini. Sudah seharusnya kita pun mulai menganggap kecerobohan (tindakan atau kata-kata) sebagai sesuatu yang serius. Kecerobohan merupakan akibat yang muncul akibat tergesa-gesa atau ketidakhati-hatian kita dalam melakukan sesuatu, oleh sebab itu marilah hari ini kita perhatikan baik-baik setiap langkah kita, menyelaraskannya dengan rencana Tuhan dan tetap berpegang pada ketetapan-ketetapan-Nya agar kita terhindar dari berbuat hal-hal yang bodoh. (Ch. Enung Martina)


Sabtu, 01 Desember 2018

ANGGAPAN KELIRU TENTANG BAHAGIA



Kita diprogram oleh keadaan dan kenyataan untuk kebahagiaan palsu. Kita digiring dan bahkan diajarkan untuk meraih ini itu yang berujung pada pencapaian tertentu, tetapi bukan pada bahagia.

Harta kekayaan penjamin bahagia

Kita beranggapan bahwa bila kita tidak memiliki harta benda yang diinginkan maka hidup kita tidak bahagia. Dunia beranggapan bahwa harta kekayaan akan membuat manusia terpenuhi kebutuhannya. Karena terpenuhi kebutuhan kedaginagnnya, maka manusia akan bahagia.  

Maka bila manusia tidak memiliki harta benda, maka hidupnya tak akan bahagia. Kenahagiaan adalah harta benda. Namun, kenyataannya ada orang yang berlimpah harta bendanya, hidupnya juga belum tentu bahagia. Makin besar jaminan ekonomi yang dicapai seseorang, makin besar ketidakpuasan dan kerakusan yang dirasakan.

Ada sebuah kutipan tentang harta (uang) yang pernah kita dengar seperti ini:

Dengan uang kita bisa membeli obat tapi bukan kesehatan.Kita bisa membeli makanan, tetapi tidak dapat membeli selera. Kita bisa membeli kasur empuk tapi bukan tidur yang nyenyak. Kita bisa membeli seks tapi tidak dapat membeli kasih saying. Kita bisa membeli rumah besar tapi bukan kententraman. Kita bisa membeli segalanya tapi bukan kebahagiaan.

Bahagia itu nanti di masa depan

Peribahasa lama berkata bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Saya menggantikan kata besenang-senang dengan berbahagia. Banyak orang berjuang dan bekerja keras melupakan kegembiraan dan kebahagiaan hidupnya untuk meraih sesuatu yang dicita-citakan.

Kenyataannya pada saat dia sudah meraih apa yang dicita-citakannya apakah ia akan bergembira dan berbahagia? Belum pasti. Ada orang yang begitu semua tercapai semua cita-citanya, malah dia sakit, atau mendapat kesusahan lain, bahkan sepertinya tambah runyam masalahnya.

Bahagia di Sini dan Sekarang. Saat kita bekerja keras kita jugag berhak untuk bahagia. Saat kita berjuang berat kita juga bisa memilih bahagia. Bahagia tak perlu ditunda. Kapan pun kita bisa berbahagia. Bahkan, pada saat dalam keadaan menyelesaikan masalah pun, kita bisa bahaia. Bahagia itu pilihan dan keputusan pribadi yang bersumber dari dasar nurani.

Bahagia itu kala orang-orang di sekitar saya berubah menjadi baik

Berubah menjadi baik menurut siapa? Menurut saya. Sudut pandang saya. Saya akan bahagia jika anak saya lebih disiplin. Saya akan bahagia bila suami saya lebih mengerti saya. Saya akan berbahagia bila atasan saya lebih bijaksana dan adil. Saya akan bahagia bila teman-teman saya mendukunng saya. Saya akan berbahagia bila Indonesia pikirannya maju dan tidak ada lagi yang menyinggung sara.

Kenyataannya? Orang-orang di sekitar kita akan tetap seperti itu. Tetap dengan kberadaannya. Sementara kita stress karena tak ada yang berubah dan saya tak mampu mengubah mereka.

Tunggu sebentar! Jangan-jangan saya yang harus mengganti kacamata saya. Saya yang harus mengubah cara pandang saya terhadap orang-orang di sekitar saya. Saya sepertinya saya bisa memutuskan bahagia dengan mereka berubah atau tidak berubah. Itu mah suka-suka mereka atuh! Mau berubah atau tidak saya tak bisa mengendalikan mereka.

Saya akan bahagia bila semua keinginan pribadi terpenuhi

Saya akan bahagia bila keinginan dan doa-doa saya terkabul. Ada banyak keinginan yang saya memiliki. Bila keinginan itu terpenuhi, apakah hal itu bisa dikatakan kebahagiaan? Bagaimana bila keinginannya tidak terpenuhi?

Kenyataannya ada beberapa keinginan yang terwujud, tetapi lebih baanyak lagi yang tidak. Standar kebahagiaan kita saat ini hanyalah lebih kepada pemenuhan segala keinginan kita. Ketika terpenuhi maka bahagialah kita. Tetapi yang namanya keinginan, sepertinya tidak akan ada habisnya.

Bila standar kebahagiaan kita hanya kepada terpenuhinya keinginan, maka kita akan selalu dalam keadaan tidak bahagia. Karena manusia selalu penuh dengan keinginan. Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika manusia bisa menghancurkan segala keterikatan akan keinginan yang ada di dalam dirinya.

Jadi kebahagiaan yang ada hanya ditentukan dari sesuatu diluar diri kita.

Bukankah itu hanya semata karena perasaan kesenangan saja karena keinginan terpenuhi? Bukan sebuah kebahagiaan yang muncul dari kedalaman hati.



Benang Merah

Sesungguhnya kebahagiaan itu adalah milik hati yang telah lepas dari segala kemelekatan. Tidak ditentukan oleh terpenuhinya keinginan, tetapi justru karena bisa melepaskan keinginan hati.

Makin banyak kesenangan dunia yang kita nikmati, makin tidak puas hati kita akan kehidupan. Makin banyak pengetahuan yang kita peroleh, makin sedikit hikmat yang kita miliki.

Jadi sesungguhnya kebahagiaan itu sangat dekat dengan diri kita. Tidak perlu mencarinya jauh-jauh, apalagi sampai dengan mencurinya.

Kebahagiaan adalah milik setiap manusia yang telah bisa melepaskan segala keinginan yang mengikatnya. Selama kita hidup hanya untuk mencari kebahagiaan, maka kebahagiaan akan semakin menjauh. Tetapi kita harus menyadari satu hal, bahwa sesungguhnya kebahagiaan itu letaknya bukan pada harta benda, bukan juga tergantung pada orang lain. Bahagia itu  tepat ada di sini dan sekarang, di dalam hati yang tidak terikat oleh keinginan. Dimulai dari menyadari diri sendiri dan mengubah sudut pandangan kita terhadap hal atau orang lain di luar kita dengan mata yang lebih indah dan positif. Bahagiakah  Anda?  Saya sudah memutuskan dan mengambil pilihan untuk berbahagia. (Ch. Enung Martina – disarikan dari bahan Retret Guru November 2018 di Panti Semadi, Sukabumi, bersama Romo Rio)

Minggu, 25 November 2018

FILM INDIA: FILM TAARE ZAMEN PAR






Retret tahun 2018 membawa saya pada sebuah film lama bertema pendidikan yang diproduksi 11 tahun silam ( tahun 2007). Nammun, film ini tetap relevan dengan dunia pendidikan dan profesi saya sebagai seorang pendidik. Film ini berjudul TAARE  ZAMEN PAR.



Taare Zameen Par (Seperti bintang-bintang di Bumi?) adalah sebuah film drama India tahun 2007 yang diproduksi dan disutradarai oleh Aamir Khan. Film ini mengeksplorasi kehidupan dan imajinasi Ishaan, anak disleksia berusia 8 tahun. Meskipun dia unggul dalam seni, tetapi  kinerja akademisnya sangat parah sehingga orang tuanya  mengirimnya ke sebuah sekolah asrama. Dari sekian guru yang mengajar Ishaan, tak ada satu pun yang menyadari bahwa anak ini mempunyai kelainan dalam belajar. Seorang guru seni rupa yang masih honorer melihat dan menyadari  bahwa anak ini  adalah penderita disleksia.  Bagi para guru yang lain Ishaan hanyalah anak bandel, malas, dan bodoh.

Ishaan Nandkishore Awasthi tidak suka sekolah dan gagal setiap tes atau ujian. Ia menemukan semua mata pelajaran yang sulit.  Karena ketidakmampuannya  itu, ia  diremehkan dan dimarahi oleh guru dan teman sekelasnya. Namun, dunia internal (imajinasi) Ishaan penuh dengan keajaiban yang dia tidak dimiliki oleh anak-anak  lain. Imajinya begitu hidup dan berwarna:  tempat-tempat  magis yang penuh dengan warna,  dunia animasi hewan yang imajinatif, dan benda-benda ajaib yang tak ditemukan di dunia nyata. Sebenarnya ia  adalah seorang calon seniman yang berbakat. Namun, sayangnya tak satu orang pun yang melihat itu, termasuk kedua orang tuanya.

Ayah Ishaan, Nandkishore Awasthi, adalah seorang eksekutif yang sukses dalam karirnya. Ia  mengharapkan anak-anaknya menjadi anak yang sukses seperti dirinya. Ibu Ishaan bernama Maya Awasthi, ia seorang perempuan yang meninggalkan karirnya demi mengurusi keluarga, khususnya kedua buah hatinya. Maya sering merasa frustrasi karena  ketidakmampuannya  untuk mendidik anaknya, Ishaan. Kakak Ishaan, Yohaan, adalah seorang murid  teladan dan juga atlet tenis, yang mengerti Ishaan.  

Setelah menerima laporan akademik semester pertamam di kelas 3 SD yang sangat buruk, orang tua Ishaan mengirimnya ke sebuah sekolah berasrama. Dengan harapan agar anak ini bisa lebih disiplin dan fokus dalam  belajar serta  tidak  malas atau bandel lagi.

Di sekolah asrama tersebut, Ishaan  tenggelam ke dalam ketakutan dan depresi karena jauh dari keluarga, tidak punya teman,  dan takut menghadapi sekolah yang disiplin dan tanpa ampun.  Namun,  ada salah satu anak bernama  Rajan Damodharan, seorang anak cacat fisik (memakai kursi roda),  yang mau berteman dengan Ishaan.  Karena kesepian dan depresinya yang mendalam,  ia bahkan memikirkan untuk  bunuh diri dengan terjun dari balkon.  

Sampai akhirnya ada seorang guru baru bernama Ram Shankar Nikumbh (Aamir Khan). Guru ini menemukan hal yang berbeda dari Ishaan. Dengan kesabaran dan kerja keras tanpa putus asa, pak guru muda ini mendampingi Ishaan.  Bapak  Ram Shankar Nikumbh melatih Ishan sedikit demi sedikit untuk  membaca, menulis, melukis dan juga  menghitung dengan cara naik turun tangga. Hingga akhirnya,  Ishaan bisa memahami pelajaran dan menjadi seperti layaknya anak anak lain.

Pada akhir tahun pelajaran bapak Ram Shankar Nikumbh mengadakan lomba melukis yang di ikuti oleh semua siswa  dan para guru. Namun,  pada saat lomba itu berlangsung,  Ishaan menghilang, tak nampak di antara  para peserta lomba. Ram Shankar Nikumbh mencari Ishaan dan menanyakan ke sahabat Ishaan, Rajan Damodaran,tetapi dia tidak tahu dimana Ishaan berada.

Akhirnya, setelah lomba berselang cukup lama, Ishaan datang untuk mengikuti perlombaan tersebut. Ishaan melukis dengan imanijasinya yang tinggi. Semua imajinasinya ia tuangkan dalam karyanyaa sehingga hasilnya nampak hidup dan berwarna.  Tibalah saatnya para  juri menilai karya para peserta lomba.  Ada 2 karya terbaik dalam lomba itu yaitu karya Ram Shankar Nikumbh dan   lukisan Ishaan Nandkishore Awasthi. Dengan berbagai pertimbangan, para juri akhirnya memutuskan karya Ishaan-lah yang terbaik.

Pembagian rapot kenaikan pun tiba. Para orang tua datang untuk menerima hasil laporan belajar anak-anaknya dan juga sekalian menjemput mereka untuk berlibur. Demikian pula orang tua Ishaan pun datang menjemputnya. Betapa kagetnya kedua orang tuanya, karena nilai Ishaan baik. Tak kalah membaggakannya karena lukisan Ishaan menjadi sampul belakang  buku tahuanan sekolah, sementara wajah Ishaan (lukisan karya Ram Shankar Nikumbh)  menjadi sampul depan .   

Tentu saja keluarganya tak menyangka ini terjadi pada anaknya. Mereka sangat bangga akan prestasi Ishaan.  Berkat kepedulian, kesabaran, dan ketelatenan, serta perhatian seorang guru; Ihsaan akhirnya selamat dari kegelapan yang selama ini menyelimutinya. 





Selamat hari guru untuk semua guru di seluruh pelosok Tanah Air! Ibu dan Bapak adalah para pahlawan nyata di zaman now! Kiranya kisah seorang guru Ram Shankar Nikumbh yang masa kecilnya mengalami disleksia menjadi inspirasi untuk kita semua dalam menjalankan tugas mulia kita. Saya teringat para guru saya yang sudah sepuh dan yang sudah tiada. Bagimu, guruku doa dan hormatku. (Ch. Enung Martina)

Senin, 19 November 2018

CINTA DAN RASA AMAN




Ada sejenis pohon di Pulau Salomon untuk menebangnya tidak perlu gergaji atau peralatan lainnya. Warga cukup berkumpul lalu melakukan ritual memaki-maki pohon itu. Pada hari ketiga pohon itu layu dan warga tinggal menggunakannya.

Begitu dahsyatnya kata-kata. Sama dengan manusia ketika seorang anak terus dicaci maki, maka dia pun lama-kelamaan akan layu dan mati secara mental, bahkan fisiknya juga. Kata-kata berpengaruh terhadap pertumbuhan kepribadian seorang anak.

Pertumbuhan pribadi seorang anak dimulai ketika ia merasa dicintai dan merasa aman. Cinta dan rasa aman akan membawa anak apda rasa percaya diri dan juga tumbuh cinta adalam hatinya. Modal percaya diri dan rasa cinta ini akan menjadi investasi besar dalam pertumbuhan pribadi seorang anak. Dengan investasi dalam dirinya seorang anak kelak akan juga mampu mencintai dan menghargai orang lain dalam kehidupannya. Rasa empati akan tumbuh subur dalam diri mereka.

Saya memperhatikan pertumbuhan ketiga anak saya. Khususnya yang 2 anak yang bukan remaja lagi. Mereka sekarang sudah menjadi anak-anak dewasa yang sudah bekerja dan berkarya dalam dunia yang mereka pilih.  Saya mengalami tahun-tahun emas dalam pertumbuhan mereka. Senyatanya setiap  usia dalam kegidupan anak itu tahun emas karena tiap usia mempunyai tantngannya tersendiri dan memerlukan relasi yang pas untuk tiap usia.

Namun, tahun emas yang selalu diperbincangkan para ahli pertumbuhan anak adalah usia Antara 0-5 tahun sebagai tahapan pertama, lalu tahap berikutnya dari 5-11 tahun. Tahap ketiga tak kalah penting saat anak memasuki akil balig yaitu usia 12-15 tahun. Bukan berarti tahapan berikutnya tidak penting. Tahapan masa anak masuk ke SMA mereka sudah lebih bisa mandiri secara fisik juga mental mereka.

Ketiga tahapan itu memerlukan metode pendekatan yang berbeda pada diri anak. Tahap pertama orang tua akan direpotkan dengan hal-hal yang mendukung  pertumbuhan fisiknya seperti makan, minum, memerangi sakit ini-itu, imunisasi, kebersihan, dll. Pendekatan dari sisi relasi tak kalah penting dengan pertumbuhan fisiknya. Kehadiran kedua orang tua pada saat ini membuat anak merasa dicintai dan memiliki rasa aman. Maka, anak akan tumbuh dengan ceria dan sehat secara fisik dan mental.

Tahapan kedua adalah pada masa pertumbuhannya memasuki jenjang pendidikan dasar di Sekolah Dasar. Anak mulai meninggalkan masa kanak-kanaknya menuju masa anak-anak. Pada masa ini bekal cinta dan rasa aman yang besar akan membuat anak punya rasa percaya diri dan patuh pada orang dewasa yang mendampinginya.  Didikan yang diterapkan pada diri anak akan diterima dengan baik meskipun ada kalanya ia juga protes dan mengalami kesukaran untuk beberapa hal. Namun, dengan perasaan dicintai dan rasa aman yang dimilikinya membuat anak ini mempunyai pribadi yang PENUH. Kepenuhan inilah yang membuat anak mampu melalui tantangannya saat dia tidak bisa matematika, tidak mengerti bahasa Indonesia, menghadapi guru yang cerewet dan galak, menghadapi bully dari teman, dan banyak lagi tantangan dalam hidup dia.

Penerapan disiplin yang sesuai dengan usia akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang makin kuat dalam hal tanggung jawab dan kemandiriannya. Nilai kepedulian pada orang di sekitarnya dan juga lingkungan diterapkan sesuai dengan porsinya sehingga sisi kepeduliannya dan penghargaannya juga tumbuh. Sangat penting juga pengembangan nilai religiusitas dari sejak dini diberikan. Buat anak mengandalkan dirinya pada yang transenden sehingga pada saat dia mengalami tekanan dia bisa tetap seimbang.

Pada pertumbuhan kedua tahapan emas ini peran orang tua, terutama ibu sangat dominan. Seorang ibu adalah sosok yang bisa memelihara, merawat, mengerti, mendidik, menerima, sekaligus juga sebagai polisi yang mengawasi dan mendisiplinkan anak. Bila anak merasa sedih, takut, dikucilkan, merasa tak mampu, marah, dan aneka emosi negatif lainnya; ia bisa mengandalkan orang tuanya, secara istimewa IBU.

Bisa dibayangkan seorang anak yang sedih, marah, atau terluka; tanpa sosok orang tua (ibu). Anak ini akan menghadapi emosi negatifnya sendirian tanpa ada orang yang memahami dan berpihak kepadanya. Emosi itu memang nampaknya berlalu pada keesokan harinya, tetapi emosi itu mengendap dari waktu ke waktu dan terbawa menjadi bagian bawah sadarnya. Hingga akhirnya kita menyadari bahwa perilaku pembenrontakan dan pembangkangan anak ini nampak pada saat dia memasuki masa akil balig. Anak menjadi sangat bengal dan susah diatur. Bahkan beberapa kasus orang tua kalah dengan anaknya karena anak sangat berani terhadap orang tuanya. Orang tua tak dihargai lagi oleh anak yang mengalami ketidakhadiran orang tua saat masa-masa sulit pada tahapan emas pertama dan kedua. Ada ruang kosong yang ‘jeglong’ pada mereka sehingga mereka tidak mengalami kepenuhan. Dan kekosongan ini sangat sukar untuk diisi kembali karena masanya sudah berlalu.

Masuk pada masa emas tahap ketiga, masa akil balig. Masa ini susah-susah gampang. Dikatakan mudah, bila dilihat dari kemandirian anak. Usia 12 tahun anak sudah mandiri untuk mengurus makan-minumnya, kebersihan dirinya, pakain,  dan juga urusan pelajarannya. Orang tua tidak perlu repot menyuapi, memandikan, atau mendandani anak. Namun, ada juga tantangan mengahadapi anak akil balig. Anak ini cesara fisik sudah besar, tetapi secara mental masih kekanak-kanakan. Mereka akan tersinggung bila dianggap masih anak kecil, tetapi di sisi lain untuk banyak hal dia masih perlu bimbingan, pendampingan dan kehadiran orang tua.

Masalah yang sering ditemukan pada usia ini berkaitan dengan relasi (dengan teman, guru, orang tua) juga kedisiplinan dalam belajar. Mereka sudah merasa menjadi anak besar dan menyepelekan beberapa hal. Hal ini tentu saja membuat orang tua dan guru yang melihatnya sangat geregetan. Maka akan terjadilah kesalahpahaman yang akan dilanjutkan dengan berbagai drama kehidupan remaja seperti pada adegan sinetron dan drama korea.

Drama keanehan masa akil balig ini tak akan terjadi bila ada relasi yang baik antara orang tua dan anak. Relasi yang baik adalah relasi yang sesuai dengan usianya. Jangan terlalu mendikte anak akrena dia akan memberontak merasa diperlalukan sebagai anak kecil. Namun, juga jangan terlalu dilepas karena ada beberapa yang bisa membahyakan dia. Dampingi layaknya seorang teman yang paham akan keadaanya. Beri kepercayaan dan jangan terlalu banyak mendikte dan melarang. Berbicara dan berdiskusi sebagai teman untuk meminta tanggapan dan pendapatnya. Biasakan terbuka dengan saling mempercayai. Lama kelamaan anak akan merasa aman dan nyaman sehingga dia terbuka pada orang tuanya untuk berbagai permasalahannya.

Penting untuk orang tua mengenali teman-temannya, kesukaannya, bintang idolanya, dan media sosial yang digunakannya. Orang tua yang terkesan ‘gaul’ akan banyak mengenal anaknya dengan dunianya yang tentunya akan membuat mereka merasakan kehadiran orang tua  pada masa akil balig mereka.

Juga tak kalah penting orang tua tidak memaksakan kehendak kepada anak pada usia ini. Cari cara agar apa tujuan yang ingin dicapai bisa diterima mereka dengan masuk akal. Mereka akan bisa menerima apa pun asal mereka paham dan melihat faedahnya bagi mereka.

Anak itu cerminan dari orang tuanya, begitu ungkapan yang sering kita dengar. Agar cermin itu jernih dan tak retak atau pecah, maka tugas kita menjaga, merawat, serta yang paling utama memberikan cinta dan rasa aman pada mereka. Dengan cinta dan rasa aman ini, mereka akan berselancar di dunia mereka dengan penuh rasa percaya diri dan ada di jalan yang benar. (Enung Martina)